motorinanews (Duri) - Berawal dari hobi yang sama, petualang dengan motor trail, beberapa karyawan perusahaan minyak Cevron bersama pengusaha yang berada di kota Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau sepakat menuntaskan hasrat ngetrail bareng.
Dari aktifitas rutin blusukan adventure yang sering diadakan, akhirnya lahirlah Bluezzuk Club.
"Aktifitas setiap dua atau tiga minggu sekali kumpul dan acara ngetrail adventure, mulai lokasi lokal, seputaran Riau sampai ke wilayah Sumatera Barat," buka Andri Guntara yang biasa disapa Kemeng. Inilah juragan Greentech Kawasaki Duri yang kerap dijadikan lokasi titik kumpul.
Komunitas ini tak ada batasan usianya, yang penting hobi motor trail, baik adventure maupun kompetisi motocross. Wajar belakangan muncul generasi muda yang ikut bergabung, termasuk dari Kepolisian. Tunggangan pun bervariasi, dari zaman motor modifikasi sampai Special Engine.
Awalnya 2003 didirikan almarhum Hendra Jono, pensiunan Chevron yang menjadi Ketua pertama. Tahun itulah menjadi cikal bakal terbentuknya Bluezzuk. Waktu terus berjalan. Yang tua mulai pensiun, generasi selanjutnya bergabung sebagai penerus. Ketua pun berganti kepada Yan Risnandar. Umur tak bisa diduga. Tahun 2012 beliau wafat. Setelah itu baru Dody Ridwan menjadi Ketua hingga kini.
Kegiatan terbaru, Bluezzuk menggelar Kejuaraan Motocross dan Grasstrack di Sirkuit Orange 89 yang berlokasi di KM 12 Kulim, Duri. "Itu sirkuit yang baru dibangun di lahan milik Kimsun, boss alat berat. Selain punya sirkuit, juga ada Orange 89 MX Team yang mendatangkan crosser nasional main di Duri," beber Afriyandi, Ketua Penyelenggara event pekan lalu.
Tak hanya itu. Crosser Rifaldy Julian dari Jawa diundang rame-rame oleh Dody Ridwan, Ketel, Dicky, Along dan Ad Kapau pemilik Hotel Anggraeni. Belakangan muncul nama Team Rame-Rame Bluezzuk. Tujuannya untuk transfer ilmu balap garuk tanah, baik dari skill bermain, maupun kilikan motor dan teknologi yang pas dipakai.
Hasilnya "Dengan motor Ninja 150 settingan saya, #92 Rifaldy Julian mampu bersaing di kelas Campuran Senior dan naik podium ketiga. Ini membuktikan motor lokal Kawasaki masih bisa unjuk gigi di kelas bergengsi," tutur Komeng.
Intinya, anggota Bluezzuk mulai serius dan profesional mengelola grasstrack dan motocross.
"Ternyata pebalap lokal masih bisa bertarung dengan tim Jawa, asal motor dan trackernya mendukung. Sekarang kita punya sirkuit. Asal serius berlatih dan disiplin, kenapa tidak bisa menjadi crosser handal," pungkas Komeng yang siap mendukung dari team Greentech Kawasaki Duri.
Mantap abizz! (BangVe)