mobilinanews (Jakarta) - Menurut WHO (World Health Organization), remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10-19 tahun. Lalu menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 25 tahun 2014, remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10-18 tahun. Dan menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) rentang usia remaja adalah 10-24 tahun dan belum menikah.
Biar berlaku secara international karena pergaulan sekarang telah mengglobal, maka untuk artikel kali ini patokannya adalah WHO.
Ini dia 10 pembalap remaja berprestasi Zaman Now di motorsport roda empat tahun ini, yakni :
1. Jhoni Saputra
Masih kelas 1 SMA Al-Azhar Pusat Jakarta, prestasi terbaiknya juara umum kelas Free For All Kejurnas Speed Offroad 2017. Jhoni mengandakan sederet pembalap senior sekelas Rifat Sungkar, H. Rihan Variza, Ijeck, Tb Adi hingga H. Sam sang ayah.

Padahal umurnya masih 17 tahun, namun sudah piawai mengemudikan mobil tubular bermesin super charger 4.000-5.000 cc di atas trek dengan berbagai handicap.
Pencapaian prestasinya berjenjang, di tahun 2015 masih juara 3, 2016 dengan juara 2 dan tahun ini juara 1 dengan bendera Jhonlin Racing Team, Batulicin, Kalimantan Selatan.
2. Doni Saputra
Dijuluki Baby Alien dari Batulicin, pembalap kelahiran 17 Juni 2002 (15 tahun) ini adalah runnep up kejuaraan umum Kejurnas Speed Offroad 2017.

Cara bawa mobilnya luar biasa untuk remaja seusia dia. Andalan tim BJM yang masih duduk di bangku SMP Batulicin, Kalsel ini menjadi penantang serius seluruh offroader nasional di tahun-tahun mendatang.
3. Musa `Arji` Arjianshah
Masih berusia 18 tahun, namun Arji telah mencetak prestasi spektakuler tahun lalu dengan menjadi juara nasional speed rally dan speed offroad di kelasnya.

Tahun ini, menempati peringkat ketiga kelas Polaris UTV, dengan memenangi 2 seri dari total 5 seri Kejurnas Speed Offroad.
"Agak apes aja, om. Tiga kali nggak finish, padahal terus memimpin di hari pertama. Tahun depan akan lebih well prepare," ujar putra Ijeck yang dikenal bergaya fighter ini.
4. Tb Aria Mandalika
Menjadi juara nasional lagi tahun ini di Kejurnas Speed Offroad. Dua tahun lalu, remaja 17 tahun ini juga jurnas kelas 1.000 cc ketika tahun pertama terjun di ajang speed offroad.

"Tahun depan naik kelas 2.000 cc, dengan memakai mobil bokap. Harapannya, semoga bisa juara juga," ujar Aria, putra Walikota Serang H. TB Jaman dan masih sekolah kelas 2 SMA di Serang, Banten itu.
5. Avila Bahar
Tak salah lagi, Avila adalah putra dari pembalap mobil andal, Alvin Bahar. Menariknya, kelas satu SMA Bakti Mulia Pondok Pinang Jaksel ini langsung juara umum Honda Jazz Speed Challenge Kategori Promotion 2017.

Padahal, pembalap 15 tahun ini baru mulai seri 2 naik mobil Honda Jazz. Di seri pertama masih harus menunggang Honda Brio sesuai regulasi. Kita tunggu kiprah bibit unggul dari generasi ketiga keluarga pembalap Aswin Bahar ini.
6. Moh. Arief Hidayat
Pembalap yang baru lulus SMA Harapan Ibu Bintaro ini juga mencetak prestasi gemilang, dengan menjadi juara umum ITCC 1200 dan One Make race Honda Brio 1.200 tahun 2017.

Hebatnya, Arief melakukan sapu bersih seluruh seri. "Tahun depan mulai naik Honda Jazz. Targetnya ya harus juara, karena buat apa balap kalau nggak punya target juara," ujar Arief.
7. M Sergio Noor
Usia baru 11 tahun, tapi prestasi Sergio sudah seabreg. Tahun ini, Sergio mencetak treble winner dengan menjadi juara umum Singapore Rok Open, Asia Rok Cup dan Kejurnas Rok Cup di kelas Mini Rok. Maka itu, ia mendapat predikat penguasa Mini Rok Asia.

"Tahun depan, Sergio akan naik kelas Junior Rok dan targetnya juga bisa juara," ujar siswa Mentari Intercultural School Jakarta yang tahun ini beraksi di Rok Final International di South Garda, Italia.
8. Rava Mahpud
Raja baru kelas Junior di ajang gokart. Kelahiran 17 Desember 2004 ini bingung memilih lewat jalur mana ke World Final tahun ini, karena menyandang juara umum Singapore Rok Open, Rok Cup Asia dan Kejurnas ESHARK Rok Cup.

Hebatnya, saat putra pembalap senior Eris Mahpud ini mengikuti sebuah event pemanasan di sirkuit South Garda, Lonato, Italia, berhasil naik podium dua. Terlepas peserta di kelas yang diikutinya tidak terlalu banyak. Luar biasa!
9. Keanon Santoso
Umur 17 tahun, masih duduk di bangku kelas 3 SMA Global Sevila Pulomas, namun kiprahnya sudah mendunia. Terakhir turun mewakili Indonesia ke ajang World Final Rok Cup di Italia turun di kelas Senior Rok.

Andalan tim TKM Kosmic Indonesia ini juga baru saja menandatangi kontrak dengan tim ART Motorsport untuk berlaga di Asian Formula Renault 2018. Keanon mendapat sponsor dari Taiwan untuk kesertaannya ini.
10. Zharfan Rahmadi
Di kalangan komunitas European Touring Car Championship dikenal sebagai pembalap ajaib. Di usianya masih remaja sudah ikut balap di beberapa kelas di ISSOM Sentul.

Tahun ini, kekasih Aaliyah Massaid menyabet juara umum ETTC 2000cc. "Tahun depan targetin bisa juara di kelas yang berbeda," ujar pembalap 18 tahun ini. (budsan)