motorinanews (Bangkinang) - Tak bisa dipungkiri, beberapa tahun belakangan pebalap motor Riau nyaris menghilang dari pentas nasional. Tak ada lagi pebalap Seeded asal Riau yang turun di ajang Kejurnas Motoprix Region 1 Sumatera. Apa yang salah?
Padahal dulunya tim tangguh Motoprix Riau banyak. Ketika itu Suzuki masih eksis. Kini hilang entah kemana? Apakah generasi berlanjut? Maybe yes, maybe no. Meski event road race tetap digelar di Riau, tapi belum muncul rider tangguh dengan tim kuat.
Perlu dilakukan upaya ekstra agar nama Riau kembali terangkat di tingkat nasional, minimal di Sumatera. Salah satunya harus sering diadakan kejuaraan balap motor supaya muncul bibit baru. Pengprov IMI Riau harus jadi motor penggerak. Kan Ketuanya Agung Nugroho mantan pebalap juga. Mustahil gak bisa?
Hal serupa pernah dialami Jambi pasca 2008. Jambi sepi event, akibatnya kehilangan pebalap berbakat. Lihat sekarang hasilnya, Jambi paling rekor jumlah peserta. Tertinggi 761 starter pada Walikota Cup di Tugu Keris Siginjai, Kota Jambi. Tahun 2016 lalu Jambi menghasilkan 3 Juara Nasional yaitu Agung Septian, Maruli Laden dan Wahyu Nugraha.
Yaps! Riau harus bangkit. Salah satu promotor baru yang sedang semangat adalah W2 T8. Ini adalah akronim WW Tapak Lapan. Aktornya Wendi Sofyan dan istrinya Winda. "Tahun ini serius melangkah jadi event organizer," tekad Wendi Sofyan yang mengibarkan CV W2 Tapak Lapan.
Event "Kejuaraan Daerah Road Race W2 T8 Kampar Championship" digelar Sabtu dan Minggu (17-18/3/18). Sirkuit permanen Sport Centre di kota Bangkinang jadi ajang Kejurda Balap Motor Riau Putaran Pertama. Pebalap Riau harus bangkit juga diakui Torang Rinaldi, mantan rider Suzuki era 2000an yang menjadi Pimpinan Perlombaan.
Tercatat 300an starter main di Road Race Kampar. Wendi gak mau tanggung-tanggung. Meski Kejurda namun penyelenggaraan dibuat sesuai standar nasional. Kejurda pun rasa Kejurnas.
"Sekalian persiapan buat Kejurnas Motoprix Region 1 Sumatera Putaran 3 di sirkuit yang sama," tutur Wendi yang berharap ditunjuk sebagai event organizer buat Motoprix Riau bulan Juni mendatang.
Jika event banyak digelar. Kualitas balapan profesional, pebalap pun menjadi terbiasa tampil maksimal. Diharapkan dalam tahun 2018 pebalap Riau mulai banyak yang tampil mengikuti rangkaian serial Kejurnas Motoprix. Semoga! (BangVe)