mobilinanews (Jakarta) - Pembalap dari tim Bank BJB B16 APSpeed, M. Herdy harus menjalani laga hidup mati di balapan BSD City Grand Prix 2018 yang sekaligus menjadi balapan penutup Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) 2018.
Jelang race BSD GP, M Herdy masih memimpin klasemen Japan Super Touring Car Championship (JSTC) kelas 1B, namun posisinya masih belum aman karena hanya leading 3 poin saja dari rival utama Ricky Dianto. M Herdy mengoleksi 99 poin sedangkan Ricky 96 poin.
Artinya, kemenangan di Sirkuit Jalan Raya BSD pada tanggal 2 Desember mendatang menjadi harga mati bagi M. Herdy yang membesut Honda Estilo. "Ya podium 1 harga mati, karena cuma jarak 3 poin dari Ricky. Atau minimal saya finish di depan Ricky. Semoga saja tidak ada kendala di BSD nanti," ungkap M Herdy.
Selain itu, kabar baiknya adalah M Herdy sudah mengunci gelar juara umum kelas lainnya STC 1600 dengan kendaraan Honda Nouva. Kondisi ini paling tidak membuat M. Herdy bisa jauh lebih fokus untuk mempersiapkan diri baik dari sisi fisik dan mental hingga kesiapan mobilnya.
M. Herdy menambahkan, dirinya sadar balapan di Sirkuit Jalan Raya BSD sangat penuh resiko. Karena itu persiapan yang matang akan menjadi faktor penentu keberhasilan di balapan jalan raya BSD serta mengunci gelar juara umum yang berhadiah satu unit mobil Honda Brio.
"Kesempatan latihannya sedikit banget. Di hari Sabtu baru bisa latihan dan langsung kualifikasi. Tapi minimal treknya masih sama dengan tahun lalu. Jadi persiapannya mungkin setingan mobil kita samain dengan tahun lalu. Kalau ada yang kurang-kurang pas latihan kita coba maksimalkan. Selain itu, untuk adaptasi kita akan coba pelajari lagi lewat video on board tahun lalu," sambung M. Herdy.
Pada intinya, M. Herdy punya kenangan manis di BSD Grand Prix tahun lalu. Pasalnya musim 2017 kemarin, pembalap asal Cianjur, Jawa Barat ini berhasil finish di posisi pertama.
"Yang paling dikhawatirkan justru faktor X. Karena itu saya berharap semuanya berjalan lancar, nggak ada masalah sedikitpun sehingga kita bisa tampil maksimal seperti tahun lalu," tutup M. Herdy. (adr)