motorinanews, Jakarta – Dalam sebuah komunitas maupun klub motor, aturan dan tata tertib khusus memang dibuat bersama, disepakati bersama dan dijalani bersama. Tujuannya tak lain agar semua member tertib, disiplin dan tanggung jawab sesuai aturan yang berlaku.
Seperti halnya yang diterapkan oleh YKCK (Yamaha King Community Kemayoran). Demi tanamkan tanggung jawab dan kedisiplinan, bagi siapapun yang melanggar atau melenceng dari tata tertib, akan diganjar hukuman.
Sebagai contoh nyata, saat tim Motorinanews.com ikutan kopdar YKCK di depan JIExpo Kemayoran, menjumpai 2 member yang terkena sangsi push up, karena melanggar aturan yang berlaku.
“Kita ada aturan khusus, yaitu setiap kopdar wajib pada minggu 1 dan 3, harus mengenakan atribut lengkap. Seperti harus pakai kaos atau kemeja yang ada tulisan YKCK, lalu pakai celana panjang dan sepatu,” papar Noer Ardiansyah, ketua umum YKCK.
Pria akrab disapa Noer ini juga menambahkan, “Berhubung bro Andi dan bro Hari Nugroho tidak mengenakan kaos atau kemeja YKCK dan sepatu, masing-masing dikenakan sangsi push up sebanyak 20 kali, sesuai kesepakatan yang berlaku.”
Sebenarnya hal ini bukan untuk memojokkan ataupun untuk ngerjain member yang melanggar aturan, tapi untuk memupuk kedisiplinan dan tanggung jawab.
“Kalo masing-masing member sudah disiplin dan tanggung jawab terhadap apa yang dilakukan, otomatis saat riding maupun turing di jalan, lebih tertib berlalu lintas dan selalu utamakan keselamatan. Tentunya dengan mengacu safety riding yang juga jadi salah satu kampanye kita,” pungkas ketua umum YKCK. (Banar)