motorinanews (Malaysia) - Race terakhir (ke-12) Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) musim 2019 baru saja usai di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (3/11) pagi. Diawali hening cipta mengenang pembalap Indonesia Afridza Munandar yang kemarin tewas usai celaka pada race ke-11. Penuh haru.
Race ke-12 ini seharusnya batal sebagaimana race 11. Tapi, seluruh rider IATC ingin mengenang almarhm dengan cara terus balapan. Maka doa pun dipanjatkan buat almarhum sebelum race berlangsung. Rekan-rekan almarhum tertunduk haru mengenang salah satu rider terbaik di musim 2019 itu.
Race berlangsung dengan hasil pembalap Malaysia Syafruddin Azman menjadi juara, tak ada selebrasi berlebihan. Sho Nishimura (Jepang) finish P2 tapi sukses menjadi juara umm IATC 2019 dengan total poin 177. Juga tanpa selebrasi. Ia juara karena dua pesaing dekatnya selama ini, Takuma Matsuyama dan alm Afridza tetap dalam poin awal. Matsuyama kecelakaan di race terakhir dan gagal menambah poin.
Penghormatan lain untuk Afridza datang dari rider Indonesia Adenanta Putra yang sukses ke podium sebagai finisher ke-3. Setidaknya ia bawa Merah Putih ke panggung, sebagai persembahan buat almarhum.
Afridza sudah tiada, saat ini pun jenazahnya dalam perjalanan pulang ke Indonesia. Tapi, pembalap 20 tahun itu telah menorehkan prestasi membanggakan untuk diwariskan kepada pembalap Indonesia berikutnya.
Nama dan prestasinya akan tercatat abadi dalam tinta emas motorsport Indonesia dan Asia. Di musim 2019 ini ia berada di 3 Besar klasemen akhir IATC berkat dua kemenangan dan 4 podium dalam 10 race awal. Mengumpulkan poin 142, almarhum hanya kalah dari Matsuyama (169) dan Nishimura (177).
Momen terakhir yang tak kalah haru adalah saat bigbos Dorna Sports Carmelo Ezpelata memberikan trofi kepada pembalap 3 Besar tahun ini. Hanya ada Nishimura dan Matsuyama di podium. Afridza hanya bisa diwakilkan oleh salah satu personel IATC karena seluruh anggota tim Indonesia langsung pulang untuk mendampingi jenazah almarhum.
"Kami sangat kehilangan. Afridza salah satu pembalap terbaik musim ini. Hingga aklhir seri di Sepang ia bersaing dalam perebutan gelar juara umum," bunyi rilis resmi yang dikeluarkan penyelenggara IATC.
Ya, 3 Besar benua Asia adalah pencapaian istimewa. Data dan fakta atas nama Afridza Munandar itu akan abadi dalam catatan sejarah, atas nama Indonesia. (rnp)