motorinanews, Tangerang - Punya Vespa tua dengan tampang klimis memang menjadi kepuasan tersendiri. Apalagi mesin sehat dan enggak suka rewel, dijamin makin banyak yang ngelirik.
Seperti halnya Vespa 90 Special milik Ugik Andriyanto ini. Biar enggak gampang rewel, tunggangan lansiran 1964 ini dioprek sendiri biar larinya makin ngacir.

“Yang penting enggak rewel dan mesinnya mudah dinyalain. Makanya pengapian yang awalnya masih mengandalkan platina, saya ganti dengan CDI copotan Suzuki RGR,” ujar Ugik.

Biar motor tua, biar tetap bertenaga, piston mengandalkan Yamaha Alfa over size 75. Dapur pacunya yang semula 90 cc, sekarang menjadi 103 cc.

Pria yang tergabung di SFK (Small Frame Kaskus) ini juga bilang, selain lebih ngacir dibanding Vespa klasik milik teman-temanya di komunitas, juga enggak kalah kenceng dibanding motor bebek berkapasitas antara 110 cc - 125 cc.

“Meskipun motornya sudah tua, tepatnya sudah berumur, tapi tenaganya kayak motor baru Gengs. Biar tua, tapi tetap bertenaga,” pria yang tinggal di Jl. Balam No.49, Komplek Unilever, Rempoa, Tangsel. (Banar)
Data Modifikasi
Blok mesin : Vespa PTS 100
Piston : Yamaha Alfa
CDI : Suzuki RGR
Karburator : PE 26
Koil : Yamaha YZ 125
Magnet : Custom
Per kopling : Malosi
Laher jeroan mesin : SKF C4
Gir bok : 4 speed
Ban : Pirelli SL 26 3.00-10 (depan belakang)