WorldSSP 2026 Belanda: Aldi Satya Mahendra Optimis Siap Rebut Kembali Takhta di Seri Ketiga

Jum'at, 17/04/2026 13:11 WIB
bagas


Aldi Satya Mahendra #57 - AS Yamaha Racing Team (Foto: Yamaha)
Aldi Satya Mahendra #57 - AS Yamaha Racing Team (Foto: Yamaha)

Mobilinanews (Jakarta) - Aspal panas Sirkuit Assen di Belanda bersiap menjadi saksi bisu kembalinya talenta muda Indonesia, Aldi Satya Mahendra, dalam lanjutan seri ketiga kejuaraan World Supersport (WorldSSP) 2026.

Berlangsung pada 17-19 April akhir pekan, balapan ini bukan sekedar rutinitas bagi pembalap yang dijuluki "El’ Dablek" tersebut, melainkan sebuah misi penebusan yang krusial.

Setelah hasil yang kurang memuaskan di Portimao, Portugal Aldi menatap sirkuit legendaris yang dikenal sebagai "The Cathedral of Speed" ini dengan optimisme tinggi. Bukan tanpa alasan, sirkuit ini adalah "halaman bermain" bagi rider asal Yogyakarta tersebut.

Dalam tiga tahun terakhir, Aldi tercatat selalu konsisten menembus posisi 10 besar di Assen melalui tiga level kompetisi berbeda, R3 bLU cRU World Cup (2023), WorldSSP300 (2024), dan debutnya di WorldSSP musim 2025 lalu.

Transisi Aldi ke kelas WorldSSP yang pada musim ini memperkuat AS Blu Cru Racing Team membawa tantangan baru dengan tunggangan Yamaha YZF-R9. Demi mematangkan adaptasi, ia memilih untuk menetap sementara di Eropa.

Ya, saat ini ia memfokuskan diri pada latihan fisik intensif dan pendalaman karakter motor barunya. Kondisi pergelangan tangan yang sempat menjalani prosedur operasi pun kini dikabarkan kian membaik, memberikan angin segar bagi performanya di lintasan.

Aldi secara terbuka mengungkapkan bahwa seri Belanda ini adalah momentum yang tepat untuk bangkit. Ia menekankan bahwa keakrabannya dengan karakter trek Assen menjadi modal berharga untuk mengamankan poin signifikan di dua balapan yang akan datang.

“Saya berharap race Assen akan menjadi titik comeback setelah sebelumnya di Portimao tidak menghasilkan poin. Karakter trek Assen familiar, dan support set up motor yang sesuai adalah faktor penting buat balapan nanti,” ucapnya mengutip keterangannya, Jumat (17/4).

“Saya harap juga tidak ada insiden saat race dan kondisi pergelangan tangan mulai membaik, membantu saya memperoleh result yang lebih baik lagi dengan mengambil poin signifikan dari dua race,” sambung pemuda berusia 19 tahun tersebut.

Kehadiran Aldi di kancah dunia bukan sekadar keberuntungan. Saat ini, ia menduduki peringkat ke-11 klasemen sementara dengan raihan 23 poin, sebuah pencapaian yang didorong oleh podium kedua bersejarah yang ia sabet di seri pembuka Phillip Island.

Wahyu Rusmayadi, Manager Motorsport PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), menegaskan bahwa kekuatan utama Aldi terletak pada ketangguhan mentalnya dalam menghadapi atmosfer persaingan Eropa yang sangat ketat.

Menurut Wahyu, pengalaman Aldi yang telah mencicipi berbagai sirkuit Eropa menjadi nilai tambah yang sulit digantikan. Ia melihat proses pemulihan fisik dan mental Aldi berjalan beriringan untuk memastikan sang pembalap siap bertarung di barisan depan.

“Tidak hanya recovery fisik, tapi mental rider dunia yang dimiliki Aldi Satya Mahendra sangat membantu dia menghadapi berbagai keadaan yang terjadi di ajang World Supersport dengan perubahan dinamis,” terangnya.

“Experience balapan di sirkuit-sirkuit Eropa seperti Assen kali ini, jadi nilai plus berkompetisi untuk mencetak prestasi. Race di Assen diharapkan menandai momen bangkit lagi agar semakin terpacu dalam melakoni musim ini,” tutur Wahyu Rusmayadi.

Dengan sejarah manis yang pernah diukir dan dukungan penuh dari Yamaha Indonesia, publik Tanah Air kini menanti aksi heroik sang "El’ Dablek" di lintasan The Cathedral, berharap kembali mengibarkan bendera Merah Putih di podium.

Tag

Terpopuler

Terkini