Hino Tunjukan Komitmen Perkuat Produksi Lokal, TKDN Tembus 71,85 Persen

Sabtu, 18/04/2026 18:15 WIB
Wilfrid Kolo


Untuk saat ini Hino Motors masih terus memantau perkembangan situasi terkini. Harapannya, masuk semester kedua semoga industri otomotif bisa berangsur pulih. (anto)
Untuk saat ini Hino Motors masih terus memantau perkembangan situasi terkini. Harapannya, masuk semester kedua semoga industri otomotif bisa berangsur pulih. (anto)

mobilinanews (Jakarta) - Pertumbuhan industri kendaraan niaga nasional semakin diperkuat melalui peningkatan investasi, penguatan produksi lokal, dan pengembangan teknologi ramah lingkungan yang dilakukan oleh Hino Motors Ltd Japan bersama entitasnya di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Wakil Menteri Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Faisol Riza dengan jajaran manajemen Hino.

Hadir dalam kesempatan itu, Satyakam Arya, President & CEO sekaligus Member of the Board of Directors Hino Motors Ltd (HML) Japan, Shingo Sakai - Presiden Direktur PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI), serta Hiroshi Terawaki - Presiden Direktur PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI), bersama jajaran manajemen Hino Indonesia lainnya.

Pertemuan ini membahas perkembangan industri kendaraan niaga, penguatan peran manufaktur Hino di Indonesia, serta peluang menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor global.

Dalam pertemuan tersebut, Hino menyampaikan kontribusinya terhadap industri otomotif nasional melalui peningkatan investasi dan penguatan kapasitas produksi dalam negeri.

Hingga saat ini, investasi Hino di Indonesia telah mencapai USD 112,5 juta, yang didukung kapasitas produksi hingga 75.000 unit per tahun.

Selain itu, kegiatan manufaktur Hino juga menyerap sekitar 1.547 tenaga kerja, yang menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan industri kendaraan niaga nasional di tengah dinamika pasar.

Selain memperkuat produksi domestik, Hino juga membidik Indonesia sebagai hub ekspor global kendaraan niaga.

Dengan dukungan fasilitas produksi dan rantai pasok lokal yang semakin kuat, Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi basis produksi kendaraan komersial bagi pasar regional maupun internasional.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri otomotif nasional sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian Indonesia.

Sebagai upaya mendukung peningkatan nilai tambah dalam negeri, Hino juga terus meningkatkan kandungan lokal produknya.

Saat ini, nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Hino telah mencapai 44,35% hingga 57,26% untuk berbagai tipe kendaraan, bahkan untuk enam tipe kendaraan yaitu Hino300 Series 115 SD, 136 HD, 136 HDX, 136 MDL, 115SDB, dan 115 SDBL telah mencapai 71,85%.

Peningkatan kandungan lokal ini menjadi bukti nyata penguatan industri komponen nasional serta dukungan Hino terhadap ekosistem manufaktur dalam negeri.

Tidak hanya fokus pada produksi, Hino juga berkontribusi melalui program pengembangan sumber daya manusia dan tanggung jawab sosial.

Hal ini dilakukan melalui program pendidikan vokasi, dukungan fasilitas laboratorium, serta kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan guna meningkatkan kualitas tenaga kerja industri otomotif Indonesia.

Pemerintah juga mendorong kolaborasi yang lebih erat antara pelaku industri dan pemangku kepentingan guna mempercepat optimalisasi kapasitas produksi nasional.

Dengan sinergi tersebut, industri otomotif Indonesia diharapkan dapat terus tumbuh, semakin berdaya saing, serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian nasional.

“Langkah strategis ini semakin memperkuat posisi Hino sebagai salah satu pemain utama kendaraan niaga di Indonesia. Selain berfokus pada peningkatan produksi lokal, kami juga memastikan dukungan layanan purna jual yang menyeluruh guna menjaga performa kendaraan pelanggan,” tutup Presiden Direktur HMSI, Shingo Sakai.

Tag

Terpopuler

Terkini