mobilinanews (Belanda) - Untuk pertama kalinya Francesco Bagnaia memborong dua sesi awal race MotoGP tahun ini. Ia tercepat di FP1 dan Practice, memimpin 10 pembalap yang lolos otomatis ke kualifikasi Q2.
Tak hanya itu. Pembalap pabrikan Ducati ini juga menciptakan rekor kecepatan baru di Sirkuit Assen, Belanda, dengan torehan waktu 1 menit 31,340 detik.
Marc Marquez (Gresini Ducati) yang di FP1 memepet Bagbaia dengan gap hanya 0,065 detik, di sesi Practice hanya sanggup tercepat ke-6 dengan selisih waktu lebih dari setengah detik dengan Bagnaia.
Jorge Martin (Pramac Ducati) yang memimpin klasemen sementara kompetisi 2024, berada di urutan 5. Sialnya, ia juga terancam penalti lantaran berjalan pelan di racing line, menghambat pembalap yang tengah menyerang best time.
Konsistensi Bagnaia di dua sesi dengan suhu berbeda, setidaknya menjadi tanda potensinya untuk kembali jawara di Assen. Potensi mencetak hattrick setelah kemenangan sebelumnya pada musim 2022 dan 2023.
Semakin menarik jika dikaitkan dengan kemungkinan kudeta di puncak klasemen. Situasi berbeda antara Bagnaia dan Martin, jika berlanjut pada sprint dan main race maka Bagnaia bisa mengkudeta Martin yang saat ini memimpin dengan selisih poin 18 atas Bagnaia.
Di hari yang sama, Yamaha melakoni babak baru bersama tim Pramac Racing. Pramac yang dalam 20 tahun terakhir jadi tim satelit Ducati resmi menjadi tim satelit Yamaha dengan durasi 7 tahun. Setidaknya, kedua pihak akan bersama hingga akhir musim 2032.
Hebatnya, kolaborasi Yamaha dan Pramac juga melebar dengan membentuk tim di Moto2 untuk mengakselerasi pembalap muda untuk kedua tim di masa depan.
"Ini sangat beda dengan tim satelit Yamaha sebelumnya. Kami fasilitasi Pramac dengan motor sama persis dengan tim Yamaha. Tujuannya adalah mempercepat proses pengembangan M1 ke jalur kemenangan lagi," kata Managing Director Yamaha Motor Racing Lin Jarvis.
Sejauh ini belum ada indikasi apa pun soal siapa yang nantinya membalap untuk tim Pramac Yamaha. (rn)