MotoGP 2024 Thailand: Francesco Bagnaia Benar-Benar Dalam Bahaya Jika Jorge Martin Pilih Main Aman

Sabtu, 26/10/2024 23:13 WIB
Rulin purba


Francesco Bagnaia (Italia/Ducati) dituntut P1 di semua garis finish race sisa tahun ini. (Foto: ducati)
Francesco Bagnaia (Italia/Ducati) dituntut P1 di semua garis finish race sisa tahun ini. (Foto: ducati)

mobilinanews (Thailand) - Tinggal tiga balapan utama dan 2 sprint race musim 2024. Kalaupun semuanya dimenangkan Francesco Bagnaia, gelar juara dunia akan jatuh kepada Jorge Martin jika ia pilih jalan lebih mudah.

Bagnaia memang hanya kalah 2 poin dari Martin pada sesi sprint race GP Thailand, Sabtu (26/10). Tapi, dampaknya di jalur perebutan gelar sangat besar.

Dengan keunggulan 22 poin, ibaratnya satu tangan Martin telah menyentuh trofi juara dunia 2024 yang tinggal menyisakan main race Thailand pada Minggu (27/10), sprint dan main race selanjutnya di GP Malaysia dan Valencia.

Artinya, tugas Martin jauh lebih ringan dari sang juara dunia bertahan. Martin tak lagi perlu ngotot  dan ambil resiko untuk memenangkan balapan. Cukup finish di depan Bagnaia ataupun di belakang dengan selisih poin tipis maka pembalap tim Pramac Ducati ini akan mengambil gelar yang dalam dua tahun ini milik Bagnaia.Sekaligus mencatat rekor kali pertama pembalap tim satelit menjadi juara dunia kelas primer.

Hitungan lebih gampang, jika pun Bagnaia memenangkan seluruh 5 race sisa (3 balapan utama dan 2 sprint) maka jumlah poin yang diraih adalah 99. Terdiri dari 75 poin sebagai P1 di main race Thailand, Malaysia dan Valencia. Plus 24 poin dari sprint GP Malaysia dan Valencia.

Jika Marrin finish P2 di semua race itu, maka jumlah poin yang ia peroleh adalah 60 (dari 3 main race) dan 18 dari 2 sprint. Artinya selisih poin yang didapat Bagnaia hanya 99 - 78 = 21. Martin masih unggul 1 poin di akhir kompetisi.

Itu jika Martin memilih untuk memenej keunggulan hingga akhir musim ini. Bermain aman, tapi bukannya tak beresiko sama sekali. Karena mengubah gaya bertarung  dari menyerang menjadi bertahan juga butuh seni tersendiri.

Jelang seri Thailand, Martin sendiri tak ingin pusing soal hitung-hitungan poin. Yang ia inginkan hanyalah tampil lebih kompetitif dan mencetak poin sebisanya.

Bagi Bagnaia tak ada cara lain kecuali berusaha untuk memenangkan semua race sisa sembari berharap Martin tak bermain hanya untuk meraih posisi finish kedua.

"Ya, jika konsisten finish P2 maka gelar akan jatuh kepada Jorge. Tapi, saya yakin ia tak akan bisa selalu P2. Ada kalanya ia juara, finish P5 atau bahkan crash," kata Bagnaia, lebih terasa sebagai sebuah harapan ketimbang prakiraan.

Dan, kata juara dunia 2022 dan 2023 itu, mulai pada raceday GP Thailand esok ia hanya akan fokus pada hasil balapnya sendiri. Pol-polan dan berharap pertarungan perebutan gelar terjadi di Valencia. 

Ya memang harus begitu. Jika kalah di main race Thailand esok maka Martin punya peluang untuk mengunci gelar di Malaysia tanpa harus menunggu race Valencia. (rn)

 

 

Tag

Terpopuler

Terkini