Infrastrukur BEV Masih Terbatas, Ini Jawaban Nissan Lewat Teknologi e-Power

Sabtu, 22/02/2025 16:01 WIB
bagas


Mesin Hybrid e-Power pada Nissan Serena e-Power
Mesin Hybrid e-Power pada Nissan Serena e-Power

Mobilinanews (Jakarta) - Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi yang kian semakin canggih, termasuk di sektor industri otomotif tentu membuat Indonesia tengah dihadapkan pada dua aspek yang menyebabkan percepatan elektrifikasi kendaraan menjadi langkah yang mendesak.

Di satu sisi, Indonesia telah berkomitmen dalam pertemuan Paris pada tahun 2015 lalu untuk mengurangi emisi CO2 sebesar 29% pada tahun 2030, yang hanya tinggal 5 tahun terhitung hari ini. Aspek yang kedua adalah keberlangsungan pasokan bahan bakar minyak. Indonesia telah menjadi net oil importer country sejak tahun 2004, dimana terdapat kecenderungan harga BBM yang terus melambung.

Oleh sebab itulah, salah satu pemain kendaraan elektrifikasi di Indonesia yakni Nissan telah mengembangkan teknologi e-Power atau yang lebih kenal sebagai teknologi kendaraan hybrid yang diklaim menjadi jawaban yang tepat, ketika infrastruktur kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) yang diperlukan belum menjangkau ke seluruh pelosok tanah air.

Teknologi ini menggabungkan keunggulan kendaraan bermotor listrik dengan mesin bensin yang hanya berfungsi sebagai penyuplai daya listrik. Dengan mengedepankan kenyamanan dan kepraktisan layaknya sebuah BEV, pengguna Nissan e-Power akan bebas dari rasa khawatir terkait pengisian daya. Adapun sejumlah keunggulan dari teknologi Nissan e-Power ini diantaranya:

1. Akselerasi Responsif dan Tenaga Spontan

Salah satu keunggulan utama e-Power adalah akselerasi yang sangat responsif, mirip dengan BEV. Teknologi e-Power atau hybrid ini sendiri menjadi senjata yang ada pada sejumlah model kendaraan Nissan di Indonesia seperti Nissan Serena e-Power dan Nissan Kicks e-Power.

Motor listrik pada Nissan Serena e-Power mampu menyemburkan tenaga 163 PS dengan torsi maksimum 315 Nm, sementara Nissan Kicks e-Power memiliki performa 136 PS dengan torsi 280 Nm. Motor listrik pada kedua model Nissan tersebut menggerakkan roda secara langsung tanpa memerlukan dukungan gearbox.

Tenaga yang dihasilkan akan langsung dapat dirasakan selayaknya mobil listrik, ketika pengemudi menginjak pedal gas. Pengemudi dapat merasakan akselerasi yang halus dan spontan, memberikan sensasi berkendara yang menyenangkan dan bebas hambatan, baik saat melewati kemacetan maupun saat melaju di jalan raya.

2. Kenyamanan dan Kepraktisan

Model-model Nissan yang mengaplikasikan teknologi e-Power memberikan kenyamanan berkendara layaknya BEV, tanpa perlu khawatir mengenai ketersediaan stasiun pengisian daya atau waktu pengisian baterai. Dengan e-Power, pengemudi dapat menikmati sensasi BEV sejauh apapun jarak yang ditempuh, tanpa kesulitan yang sering dihadapi pengguna BEV, seperti keterbatasan infrastruktur pengisian daya.

3. Efisiensi Tinggi

Meskipun mesin bensin hanya berfungsi untuk mengisi ulang baterai, performa kendaraan tetap terjaga dengan baik. Melalui teknologi e-Power, Nissan berhasil menggabungkan efisiensi bahan bakar yang luar biasa dengan tenaga yang cukup besar, sehingga memberikan pengalaman berkendara yang menyenangkan. Beberapa media otomotif yang melakukan serangkaian uji coba bahkan melaporkan angka konsumsi bahan bakar lebih dari 25 km/liter untuk Nissan Serena e-Power dan Nissan Kicks e-Power.

Berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan oleh beberapa media tersebut, yang juga dipengaruhi oleh gaya mengemudi dan kondisi jalan yang dilalui, dengan asumsi penggunaan kendaraan rata-rata 50 km per hari dan menggunakan bahan bakar jenis Pertamax 92, pengeluaran bulanan untuk bahan bakar dapat ditekan sekitar Rp1,2 hingga Rp1,3 juta, atau setara dengan penghematan Rp14 hingga Rp16 juta per tahun, jika dibandingkan dengan kendaraan konvensional yang memiliki konsumsi bahan bakar rata-rata 10 km/liter.

4. Kenyamanan Berkendara

Berbeda dengan kendaraan konvensional, e-Power menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih halus. Tidak ada guncangan yang umumnya disebabkan oleh perpindahan gigi transmisi pada kendaraan konvensional.

Keunggulan ini yang membuat setiap perjalanan menjadi lebih nyaman, baik dalam kondisi lalu lintas padat maupun saat berkendara jarak jauh. Penggunaan motor listrik pada Nissan e-Power juga memberikan suasana ruang kabin yang lebih senyap, sehingga penumpang merasa lebih nyaman, bahkan di baris ketiga sekalipun pada Nissan Serena e-Power.

5. Biaya Operasional yang Lebih Rendah

Karena tidak menggunakan transmisi seperti kendaraan konvensional dan hanya memiliki mesin bensin yang berfungsi sebagai generator, perawatan pada kendaraan e-Power menjadi lebih praktis. Komponen yang lebih sedikit juga berarti biaya perawatan dan penggantian suku cadang lebih rendah. Hal ini menjadikan e-Power pilihan yang lebih hemat biaya dalam jangka panjang.

6. Solusi Mobilitas Ramah Lingkungan

Dengan menggunakan motor listrik sebagai penggerak utama, e-Power memberikan emisi yang lebih rendah dibandingkan dengan kendaraan konvensional. Teknologi ini mendukung upaya pengurangan emisi karbon di Indonesia, serta berkontribusi pada tujuan keberlanjutan dan ramah lingkungan, tanpa mengorbankan kenyamanan dan performa berkendara.

Sebagan informasi tambahan, Nissan sendiri telah memiliki visi berupa 'Nissan Ambition 2030' yang merupakan rencana jangka panjang Nissan yang bertujuan untuk menghadirkan dua pilar utama, yaitu 27 pilihan kendaraan listrik pada tahun 2030, yang terdiri dari 15 model berbasis baterai (BEV) dan 17 model yang mengusung teknologi e-Power.

Dimana, kedua pilar ini dikembangkan dengan tujuan agar setiap negara dimana Nissan dipasarkan, dapat mempercepat proses elektrifikasi kendaraan dan berkontribusi aktif dalam mengurangi dampak gas rumah kaca. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan perkembangan infrastruktur di masing-masing negara, tanpa harus bergantung pada ketersediaan SPKLU di seluruh wilayah.

Tag

Terpopuler

Terkini