Jakarta, Mobilinanews.com - Wuling Air EV telah menjadi salah satu mobil listrik paling populer di Indonesia, terutama karena harganya yang kompetitif dan desainnya yang mungil serta menarik.
Di pasar mobil bekas, Wuling Air EV bekas dan Wuling Air EV second kini mulai dilirik konsumen yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Pada Juli 2024, harga Wuling Air EV bekas sudah mulai dari Rp140 jutaan, sebuah angka yang cukup menggiurkan untuk sebuah mobil listrik.
Namun, apakah harga murah ini cukup untuk menarik minat pembeli? Mari kita ulas lebih dalam.
Harga Wuling Air EV Bekas, Terjangkau dan Menarik
Berdasarkan pantauan dari berbagai sumber seperti Mobil123 dan Carmudi, harga Wuling Air EV bekas berkisar antara Rp140 juta hingga Rp200 juta, tergantung pada kondisi, kilometer, dan tahun produksi.
Mobil ini tersedia dalam dua varian: Standard Range dan Long Range. Varian Long Range lebih diminati karena kapasitas baterainya lebih besar dan jarak tempuhnya lebih jauh, menjadikannya pilihan ideal untuk penggunaan harian.
Untuk produksi tahun 2022, harga Wuling Air EV bekas tipe Standard Range dimulai dari Rp140 juta (kredit), sementara Long Range dibanderol mulai Rp170 juta hingga Rp180 juta.
Sementara itu, untuk produksi tahun 2023, harganya sedikit lebih tinggi namun tidak jauh berbeda, dengan Standard Range mulai dari Rp150 juta dan Long Range Rp180 juta.
Depresiasi harga yang signifikan dibandingkan versi baru—yang bisa mencapai Rp200 juta lebih—menjadikan Wuling Air EV second sebagai opsi menarik bagi konsumen yang mencari mobil listrik terjangkau.
Menariknya, banyak Wuling Air EV bekas yang dijual dalam kondisi masih baik dan jarang digunakan.
Beberapa pemilik tampaknya hanya mencoba sensasi mobil listrik sebelum akhirnya memutuskan untuk menjualnya.
Hal ini menjadi keuntungan bagi pembeli yang mengincar kendaraan dengan kilometer rendah dan kondisi prima.
Daya Tarik Wuling Air EV Second
Wuling Air EV dikenal sebagai mobil listrik termurah dan terlaris di Indonesia. Desainnya yang mungil dan imut sangat cocok untuk kaum hawa dan remaja, sementara dimensinya yang compact memudahkan penggunaan di perkotaan.
Mobil ini juga pernah digunakan sebagai moda transportasi resmi untuk delegasi World Water Forum 2024, membuktikan keandalan dan citra positifnya di mata publik.
Namun, meski harganya terjangkau, pasar Wuling Air EV second menghadapi tantangan.
Pedagang mobil bekas sering kali menghindari stok mobil listrik karena daya beli masyarakat masih rendah dan minat terhadap kendaraan listrik bekas belum sepenuhnya berkembang.
Salah satu alasannya adalah kekhawatiran akan biaya penggantian baterai yang mahal serta ketidakbiasaan masyarakat dengan proses pengecasan yang memakan waktu lebih lama dibandingkan mengisi bahan bakar.
Garansi Baterai, Jaminan Ketahanan
Salah satu kekhawatiran utama pembeli Wuling Air EV bekas adalah baterai. Untungnya, Wuling memberikan garansi baterai selama 8 tahun atau 120.000 km untuk komponen utama seperti power battery, drive motor, dan motor controller.
Baterai yang digunakan adalah tipe Lithium Ferro-Phosphate (LiFePO4), yang dikenal aman, tahan lama, dan mampu bertahan pada suhu tinggi.
Baterai ini juga telah lolos uji ketahanan air dan debu dengan rating IP67, bahkan mampu bertahan di air sedalam 1 meter selama lebih dari 30 menit.
Wuling juga menawarkan Lifetime Core EV Component Warranty untuk semua varian Air EV (Lite, Standard Range, dan Long Range), dengan syarat jarak tempuh tahunan tidak melebihi 30.000 km.
Namun, garansi seumur hidup ini hanya berlaku untuk pemilik pertama; untuk Wuling Air EV second, garansi kembali ke standar 8 tahun.
Fitur keamanan baterai seperti tahan overcharge dan over discharge juga menambah rasa percaya diri bagi pengguna.
Harga Baterai dan Pertimbangan Pembelian
Menurut Danang Wiratmoko dari Wuling Motors, harga baterai Air EV mendekati Rp100 juta untuk varian Long Range, sementara varian Standard Range kemungkinan lebih murah.
Meski angka ini cukup tinggi, garansi panjang yang diberikan Wuling menjadi nilai tambah yang mengurangi risiko bagi pembeli Wuling Air EV bekas.
Selain itu, layanan purna jual seperti garansi umum 3 tahun atau 100.000 km serta opsi servis Pick Up and Drop Off memudahkan pemilik dalam merawat mobilnya.
Tantangan dan Tips Membeli Wuling Air EV Bekas
Meski menawarkan banyak keunggulan, membeli Wuling Air EV second tetap memiliki tantangan.
Konsumen perlu membiasakan diri dengan kebiasaan baru, seperti mengisi daya secara rutin dan memperhatikan jarak tempuh baterai.
Penggunaan AC atau charger kabin yang berlebihan juga dapat memengaruhi efisiensi baterai, sehingga gaya berkendara perlu disesuaikan.
Bagi yang tertarik, pastikan untuk memeriksa riwayat penggunaan dan kondisi baterai sebelum membeli. Pilih unit dengan kilometer rendah dan pastikan dokumen garansi masih berlaku.
Dengan harga mulai Rp140 jutaan, Wuling Air EV bekas bisa menjadi pintu masuk yang ideal untuk menjajal kendaraan listrik tanpa harus membayar harga penuh versi baru.
Kesimpulan
Wuling Air EV bekas dan Wuling Air EV second menawarkan solusi terjangkau bagi mereka yang ingin beralih ke mobil listrik.
Dengan harga mulai Rp140 juta, garansi baterai yang solid, dan desain yang menarik, mobil ini cocok untuk penggunaan harian di perkotaan.
Namun, calon pembeli perlu memahami konsekuensi memiliki mobil listrik, termasuk proses pengecasan dan perawatan baterai.
Jika Anda siap beradaptasi, Wuling Air EV bekas bisa menjadi investasi cerdas di era kendaraan ramah lingkungan. *