mobilinanews (Monaco) - Tercepat di 3 sesi awal (FP1, 2 dan 3) ternyata tidak membuahkan pole position buat Charles Leclerc (Ferrari). Pembalap tuan rumah GP Monaco itu kalah dengan Lando Norris (McLaren).
Masuk Q1, sang local hero masih tercepat. Di Q2 ia dikalahkan Norris dengan selisih waktu hanya 0,011 detik. Dan, puncaknya di Q3 ia juga kalah dari Norris dengan gap 0,109 detik. Membuat penonton tuan rumah terdiam.
Buat McLaren ini pole pertama di Monaco sejak kali terakhir diukir Fernando Alonso pada 2007.
Meski akan start front row bersama Norris, Leclerc tetap saja galau. Karena ia paham betul betapa sulitnya menyalip di jalanan kota Monte Carlo yang sempit. Jalanan yang acap ia lewati sejak kecil.
"Saya frustrasi. Saya tahu mobil kami tak cukup kencang untuk jadi pemenang tahun ini. Tapi, di sini kami tercepat sejak awal dan mobil sangat bagus. Start dari kedua akan sulit untuk mengambil alih posisi pertama," keluh Leclerc di akhir sesi.
Harapannya hanyalah strategi yang tepat dari timnya pada raceday Minggu (25/5), untuk pilihan ban di awal dan terutama momentum paling tepat untuk pitstop. Jika bisa mengalahkan strategi McLaren maka prosesi pitstop bisa menjadi jalan untuk mengambil alih posisi terdepan.
Di belakang mereka, Oscar Piastri (McLaren) dan Max Verstappen (RBR) start dari P3 dan 4.
Tadinya posisi P4 itu adalah milik Lewis Hamilton (Ferrari) sedangkan Verstappen sejatinya di P5.
Hamilton sempat mengundang kemarahan besar Verstappen di Q1. Ia sedang lakukan hot lap untuk cetak waktu terbaik. Tapi, terhalang laju Hamilton yang lambat. Membuat Verstappen mencak-mencak.
Keduanya harus menghadap stewards. Hamilton berdalih dirinya melambat karena timnya memberi kabar kalau Verstappen juga lambat. Berdasarkan investigasi stewards, dalih Hamilton benar adanya.
Sempat bersitegang sebelum maju ke meja stewards, Verstappen pun minta maaf karena insiden itu berawal miskomunikasi dari tim Ferrari.
"Saya minta maaf karena belakangan mengetahui karena itu kesalahan tim. Tapi, menurut saya, ia tetap harus diberi penalti karena demikianlah aturan mainnya," tegas Verstappen.
Setelah membedah persoalan lebih detil lagi, stewards menemukan komunikasi tim dengan Hamilton yang memang kacau. Membuat Hamilton masuk racing line dan menghalangi laju Verstappen.
Karena itu Hamilton belakangan dihukum mundur 3 posisi. Jatuh ke P7, sekaligus mendorong Verstappen, Isack Hadjar (Racing Bulls) dan Alonso (Aston Martin) naik satu posisi start.
Maka bisa dibayangkan kekecewaan Hamilton. Pasalnya, start P4 itu adalah capaian terbaiknya dalam debut bersama Ferrari tahun ini. Dan, itu kali pertama ia start di depan Verstappen, sang musuh bebuyutan, sepanjang tahun ini. (r)