mobilinanews (Austria) - Race GP Austria pada Minggu (29/6) menjanjikan tontonan yang berbeda. Fokus bukan ke jagoan tuan rumah, Max Verstappen (Red Bull Racing), tetapi ke skuad McLaren dan Ferrari.
Hasil kualifikasi Sabtu (28/6) benar-benar di luar dugaan. Lando Norris (McLaren) yang tercepat di FP2, FP3, Q1 dan Q2 tentu saja jadi favorit kuat di Q3 untuk perebutan pole position. Benar saja, driver Inggris itu jadi pole sitter.
Bedanya, kali ini yang mendampinginya di front row adalah Charles Leclerc (Ferrari). Bukan Oscar Piastri yang di sesi sebelumnya menempati posisi 1-2 bersama Norris.
Piastri digeser Leclerc pada bagian akhir kualifikasi dan akan start dari P3. Hebatnya, pendamping Piastri di baris kedua atau P4 adalah Lewis Hamilton yang rekan setim Leclerc di Ferrari.
Ya, dua joki McLaren versus 2 joki Ferrari di 2 baris depan. Pemandangan perdana tahun ini. Benar-benar menarik dinanti. Entah rahasia apa yang ditemukan Ferrari untuk SF25 sehingga mendadak ngacir di phase kualifikasi setelah sebelumnya kalah mulu di sesi latihan.
Leclerc mengakui timnya menggunakan beberapa komponen baru pada SF25 dan itulah yang membuat perbedaan di kualifikasi. Hal sama juga berlaku untuk besutan Hamilton.
"Sudah sangat lama kami tidak start dari front row. Membuat kami punya harapan dalam race besok untuk menekan McLaren," kata Leclerc.
Norris yang tadinya berpikir akan bertarung melawan Piastri dan Veratappen pada akhirnya tak mempersoalkan siapa pendampingnya besok di baris depan starting grid. Tujuannya hanyalah bagaimana memenangkan balapan untuk mengembalikan poin yang lenyap di GP Kanada dua pekan lalu gara-gara senggolan dengan Piastri.
"Sangat puas dengan hasil hari ini. Tapi, besok adalah balapan panjang dan saya pikir akan dapat perlawanan sengit dari rival, tapi saya siap," tegas Norris yang saat ini tertinggal 22 poin dari Piastri yang memimpin dengan total poin 198 dan unggul 11 angka dengan Verstappen di posisi ketiga.
Verstappen sendiri akan memulai start dari P7 di bawah George Russell (Mercedes/P5) dan Liam Lawson (Racing Bulls/P6). Tentu saja ia tak nyaman dengan hasil itu. Dan, dengan singkat, ia hanya jawab hanya kalah kencang saat ditanya media apa masalah RB21-nya di sesi Q3.
Meski akan start dari baris keempat, potensi Verstappen tarung ke podium tentu saja terbuka. Apalagi dengan dukungan penuh penonton lokal yang notabene pecinta Red Bull plus rombongan besar Orange Army yang merupakan pendukung fanatik Verstappen yang selalu memenuhi GP Austria.
Norris, Leclerc, Piastri dan Hamilton pun sadar potensi ancaman Verstappen ke zona podium. Selain reputasi hebat Verstappen dengan 4 kemenangan di Spielberg, trek ini juga termasuk salah satu sirkuit yang menyediakan beberapa spot yang memungkinkan untuk menyalip lawan.
Yang sudah pasti, pertarungan awal yang keras selepas start akan melibatkan duel dua joki McLaren dan 2 joki Ferrari. Setelah itu yang tak kalah menarik adalah perlawanan Russell dan Verstappen yang selama ini keduanya terkenal agresif.
Juga tak kalah menarik adalah bagaimana Verstappen mengatasi beban di pundaknya. Bukan hanya berjuang melawan rivalnya, tapi tak kalah penting adalah berjuang 'mengalahkan dirinya sendiri'.
Soalnya, ia saat ini mengantungi 11 poin hukuman pada lisensinya. Jika ia kelewat agresif di tengah semarak dukungan penggemarnya, bukan tak mungkin ia terlibat kasus lagi yang memungkinkan stewards bertindak. Jika hukuman yang diterimanya poin penalti lagi maka jumlahnya dipastikan sudah mencapai limit 12 poin dan itu akan diganjar dengan hukuman larangan tampil dalam satu seri balapan.
So, bagaimanakah cara Verstappen besok bertempur dari P7 ke zona podium dengan cara aman? (r)