Xiaomi Siap Geber Penjualan Mobil Listrik ke Pasar Global Mulai 2027

Selasa, 08/07/2025 12:15 WIB
Ade Nugroho


Xiaomi Siap Geber Penjualan Mobil Listrik ke Pasar Global Mulai 2027
Xiaomi Siap Geber Penjualan Mobil Listrik ke Pasar Global Mulai 2027

Mobilinanews (China) - Setelah sukses mengguncang pasar otomotif domestik China, Xiaomi—raksasa teknologi yang dulu dikenal lewat ponsel dan perangkat pintar—kini serius memanaskan kompetisi global dengan rencana ekspansi penjualan mobil listrik (EV) secara internasional mulai 2027.

Langkah besar ini diumumkan langsung oleh Lei Jun, CEO Xiaomi, dalam siaran langsung pada Rabu, 2 Juli 2025. Ia menegaskan, target ekspansi ini akan dimulai setelah perusahaan benar-benar menguasai pasar dalam negeri yang saat ini masih mengalami lonjakan permintaan luar biasa terhadap dua model andalannya: SU7 dan YU7.

Fokus ke Dalam Negeri: Saat Ini, Pasar China Dulu

Bagi Xiaomi, strategi fokus pada pasar domestik adalah langkah realistis. Bukan tanpa alasan—hanya dalam 18 jam sejak peluncuran, SUV listrik terbarunya YU7 sudah mengantongi 240 ribu pesanan!

Dengan banderol 253.500 yuan atau sekitar Rp573 juta, YU7 hadir sebagai lawan tangguh Tesla Model Y, yang dipasarkan sedikit lebih mahal. Meski begitu, Xiaomi harus menghadapi tantangan besar: waktu tunggu pengiriman yang membengkak hingga lebih dari satu tahun.

Lei Jun mengatakan, perusahaan akan meningkatkan kapasitas produksi, meski belum mengungkapkan rincian langkah konkret.

Spesifikasi Gahar: Xiaomi SU7 dan YU7 Siap Bikin Tesla Gerah

Kedua mobil listrik Xiaomi bukan sekadar murah. Mereka dibekali spesifikasi yang menggiurkan:

Xiaomi SU7, sedan listrik yang dirilis lebih dulu, sukses mengalahkan Tesla Model 3 dalam hal penjualan bulanan di China per Desember 2024.

Desain SU7 disebut-sebut terinspirasi dari Porsche, namun dibanderol lebih ramah di kantong.

Xiaomi YU7, sang SUV baru, dibekali baterai 96,3 kWh dan jarak tempuh hingga 835 km. Bandingkan dengan Tesla Model Y yang hanya mampu 719 km!

Dengan keunggulan ini, Xiaomi mengincar pengguna EV yang ingin performa tinggi tanpa harus merogoh kocek sedalam Tesla.

Keluhan Konsumen dan Tantangan Produksi: Luka Kecil di Tengah Kemenangan Besar

Namun, tidak semua kabar datang dengan nada positif. Media lokal dan Reuters melaporkan ratusan keluhan konsumen terkait keterlambatan pengiriman YU7. Banyak yang kecewa karena informasi status pengiriman minim dan waktu tunggu bisa mencapai 60 minggu. Beberapa konsumen bahkan menarik kembali deposit 5.000 yuan (sekitar Rp11,3 juta).

Sebagai tanggapan, Xiaomi berencana membangun dua pabrik baru di sekitar fasilitas mereka di Beijing untuk mendongkrak kapasitas produksi dan memangkas waktu tunggu.

Mata Dunia Tertuju ke 2027: Xiaomi Siap Mengguncang Global

Lei Jun menyatakan bahwa ekspansi internasional adalah langkah strategis berikutnya, tetapi harus dilakukan secara hati-hati. “Setelah kami penuhi pasar domestik, barulah kami akan ekspansi ke global pada 2027,” ungkapnya, dikutip dari Yahoo Finance.

Jika langkah ini berhasil, Xiaomi berpotensi menjadi pemain global baru di industri mobil listrik, dan menjadi pesaing serius bagi merek seperti Tesla, BYD, Hyundai, hingga merek Jepang yang kini gencar beralih ke EV.

 

Tag

Terpopuler

Terkini