Mobilinanews (Jakarta) - Harley-Davidson Indonesia, di bawah naungan JLM Auto, bersiap membuat gebrakan besar pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 yang akan digelar pada 24 Juli hingga 3 Agustus di ICE BSD City. Kali ini, sorotan utama jatuh pada peluncuran motor adventure terbaru yang disebut-sebut sebagai "adik" dari Pan America Special.
Model baru ini merupakan varian yang lebih ramping, ringan, dan sporty dari Pan America, dirancang untuk menggoda pengendara yang gemar petualangan cepat dan performa dinamis. Bukan hanya sekadar alternatif, motor ini siap menjadi pesaing serius bagi jajaran motor adventure premium dari Jepang dan Eropa.
“Iya, kita sudah siapkan satu motor dari lini model year 2025 yang belum pernah kita pamerkan sebelumnya. Model ini akan debut di GIIAS 2025,” ungkap Irvino Edwardly, Director of Sales and Marketing JLM Auto Harley-Davidson Indonesia.
Motor ini diklaim sebagai versi sporty dari Pan America Special—sebuah pergeseran menarik dari karakter Harley-Davidson yang selama ini identik dengan cruiser dan touring. “Versi ini dirancang untuk pasar yang lebih luas, termasuk pengendara yang suka speed dan handling agresif,” lanjut Irvino.
Seperti Pan America, motor ini tetap dibekali dengan mesin Revolution Max, yang dikenal dengan output tenaga besar, torsi melimpah, serta teknologi modern seperti DOHC, variable valve timing, dan sistem pendingin cairan. Mesin ini juga dikenal sebagai revolusi teknis dari Harley-Davidson, yang menjauh dari tradisi V-Twin berpendingin udara.
Meskipun belum diumumkan secara resmi, Irvino memastikan bahwa harga model anyar ini tidak akan jauh berbeda dari Pan America Special, yang saat ini dibanderol Rp 739,8 juta (off the road). Ini berarti motor adventure baru ini akan tetap bermain di kelas premium, namun menawarkan diferensiasi performa dan gaya.
“Nanti akan kita umumkan detailnya, tapi yang jelas harganya tidak akan jauh,” kata Irvino.
Tak hanya lini adventure, Harley-Davidson Indonesia juga akan mereposisi jajaran Softail di GIIAS 2025. Langkah ini dilakukan dengan memperkuat seluruh varian Softail dengan mesin Milwaukee-Eight 117 berkapasitas 1.923 cc—mesin terbesar yang pernah digunakan dalam lini Softail.
Reposisi ini mencakup tiga gaya berbeda:
Custom Style – lebih agresif dan modifikasi-ready
Classic Style – menekankan tampilan retro khas Harley
Performance Style – mengedepankan performa dan handling terbaik
Output tenaga berkisar antara 94 hingga 114 horsepower, menjadikan lini Softail ini tak hanya sekadar motor tampan, tetapi juga bertenaga dan siap touring jarak jauh.
“Sekarang Softail sudah totally new. Mesinnya besar, tampilannya keren, dan lebih bertenaga,” tegas Irvino.
Kehadiran model adventure baru dan reposisi lini Softail menandai langkah strategis Harley-Davidson untuk tetap relevan dan menggairahkan pasar motor besar di Indonesia. Brand yang sebelumnya sangat lekat dengan image cruiser klasik kini mencoba menyesuaikan diri dengan selera pengendara muda, urban, dan petualang.
Dengan makin banyaknya pesaing dari Jepang dan Eropa di segmen adventure dan cruiser premium, Harley tak bisa lagi hanya mengandalkan nostalgia. Inovasi teknologi, performa mumpuni, dan repositioning produk jadi kunci untuk tetap kompetitif.