Mobilinanews (Jakarta) - Tesla akhirnya memberikan kepastian soal rencana meluncurkan versi baru dari Model Y, SUV listrik terlaris mereka. Namun bukan model sepenuhnya baru, melainkan varian lebih sederhana dan lebih terjangkau, yang dijadwalkan mulai diproduksi massal menjelang akhir 2025.
Kabar ini langsung dikonfirmasi oleh sang CEO, Elon Musk, sekaligus membantah rumor yang sebelumnya beredar tentang hadirnya “Model 2”—proyek mobil listrik ultra-terjangkau yang kini disebut telah dibatalkan.
SUV Listrik Ikonik, Kini Lebih Terjangkau
Model Y dikenal sebagai SUV paling laris dari Tesla, dengan kombinasi performa, teknologi, dan kapasitas kabin yang ideal untuk keluarga modern. Namun, banderol harga saat ini yang dimulai dari USD 46.630 masih menjadi kendala bagi sebagian besar calon pembeli.
Kini, dengan strategi penyederhanaan komponen dan desain, Tesla berencana memangkas harga Model Y versi terbaru menjadi sekitar USD 35.000, atau setara dengan Rp 570 jutaan—harga yang mulai mendekati segmen kendaraan listrik massal.
Langkah ini diprediksi dapat menekan biaya produksi hingga 20%, tanpa harus mengorbankan identitas Model Y sebagai SUV listrik tangguh.
Interior Sederhana, Baterai Lebih Kecil
Untuk mencapai harga yang lebih kompetitif, Model Y versi murah ini akan hadir dengan beberapa penyesuaian signifikan:
Interior lebih sederhana, kemungkinan menggunakan material yang lebih ekonomis namun tetap modern dan fungsional.
Ukuran baterai lebih kecil, yang artinya jarak tempuh bisa jadi sedikit lebih pendek dibanding versi standar—namun tetap cukup untuk kebutuhan harian.
Kemungkinan menghapus fitur-fitur non-esensial seperti kursi berpemanas, trim premium, hingga pengaturan kursi elektrik multiarah.
Meski begitu, Tesla tetap diyakini akan mempertahankan teknologi inti seperti sistem Autopilot, layar sentuh besar, dan kemampuan over-the-air updates yang menjadi ciri khas mobil listrik Tesla.
Bukan Sekadar Murah, Ini Langkah Strategis
Langkah menghadirkan varian low-cost dari Model Y ini bukan tanpa alasan. Di tengah kompetisi ketat dari pabrikan mobil listrik asal China dan tekanan global untuk menghadirkan kendaraan nol emisi yang terjangkau, Tesla perlu memperluas jangkauan pasarnya.
Alih-alih mengembangkan model baru dari nol (seperti Model 2), menggunakan basis Model Y dinilai jauh lebih efisien. Tesla bisa memanfaatkan platform, proses produksi, serta ekosistem software yang sudah matang, sambil menyesuaikan fitur sesuai kebutuhan pasar.
Kapan Masuk Pasar Global (Termasuk Indonesia)?
Meskipun peluncuran resmi Model Y versi murah ini ditargetkan pada kuartal keempat 2025, belum ada konfirmasi mengenai pasar mana yang akan mendapatkannya lebih dulu. Namun, mengingat permintaan tinggi akan kendaraan listrik dengan harga bersahabat, sangat mungkin varian ini juga akan dipasarkan di Asia, termasuk Indonesia—terutama setelah Tesla menunjukan minat terhadap ekspansi pabrik dan jaringan distribusi di kawasan ASEAN.