mobilinanews (Tangerang) – Kiprah Wuling Motors di Indonesia selama 8 tahun bukan sekedar perjalanan biasa. Mereka mengawalinya dengan tantangan yang tidak kecil.
Saat masuk ke Indonesia tahun 11 Juli 2017, keraguan akan brand Cina yang pernah bermasalah, membuat mereka punya jalan tak mulus. Tapi semua dituntaskan oleh Wuling.
Wuling menjadi pionir, membuka jalan baru bagi merek asal Negeri Tirai Bambu itu untuk kembali mendapatkan kepercayaan di Indonesia.
Untuk meyakinkan konsumen Indonesia pabrik 60 hektare (ha) dibangun Cikarang, Jawa Barat. Pabrik dengan kapasitas produksi 120 ribu unit mobil pertahun.
Setelah pabrik beroperasi, Wuling Confero S melantai di pasar di tahun yang sama, disusul Cortez pada Februari 2018, Formo di penghujung tahun, November 2028, dan Almaz di Februari 2019.
Saat running Confero S dan Cortez, Wuling Motors benar-benar mulai mendapatkan perhatian pasar. Apalagu pengembangan dilernya, meluas hingga wilayah Timur, Indonesia.
Hal itu terjaga hingga mobil listrik (EV) mereka, Wuling Air Ev mendarat di pasar sebagai pionir kendaraan listrik di Indonesia, dan menjadi jalan bagi brand Cina lain.
Hadir di GIIAS 2025 dengan Semangat Keberlanjutan
Di GIIAS 2025, area Booth Wuling tetap menjadi salah satu favorit pengunjung. Mereka membawa line up lengkap mobil listrik mulai dari Wuling Air ev, Bingou EV, Cloud EV, hingga Mitra EV yang baru diluncurkan pada Juli lalu saat perayaan ulang tahun ke 8 mereka.
Di pameran otomotif terbesar ketiga di dunia itu, Wuling juga membawa amunisi barunya, Wuling Cortez Darion, sebuah MPV yang diperkenalkan dalam dua varian yakni versi listrik (EV) dan PHEV (Hybrid).
Marketing Operation Director Wuling Motors, Ricky Christian mengatakan mobil anyar mereka itu diluncurkan untuk memberikan apresiasi kepada konsumen pasar dan Indonesia yang mengiringi perjalanan 8 tahun Wuling.
“Masih dalam rangka merayakan ulang tahun Wuling ke-8 di Indonesia, kami menampilkan secara perdana MPV terbaru dari Wuling, yakni Wuling Cortez Darion,” kata Ricky Christian saat peluncuran Cortez Darion di ICE BSD, Tangerang, Rabu, (23/7).
Nama Wuling Darion tak sekedar akronim. Ia punya kepanjangan ‘Dari Indonesia ‘yang tak biasa. Lebih jauh, akronim itu merujuk makna, komitmen dan tema besar yang mereka usung di 8 Anniversary-nya “Semangat Dibangun Untuk Anda”.
Dari akronim itu, bisa jadi Wuling tidak akan ke mana-mana, karena brand itu sekarang menjadi bagian dari Nusantara. Sebagian besar mobilnya dibangun di Cikarang dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi.
Hal ini bukan isapan jempol, karena Wuling belakangan bermain agresif di pasar mobil listrik sudah punya persiapan yang matang dan napas yang panjang untuk mengawal elektrifikasi Indonesia hingga berhasil secara holistik, karena mereka telah menjadi pionernya memulainya.
Mantan Menteri Perdagangan RI era Susilo Bambang Yudhoyono dan Tokoh Ekonomi Gita Wirjawan melihat elektrifikasi Indonesia akan terus meningkat dengan dukungan pemerintah.
Dan Wuling yang telah memulainya telah membuktikannya sejak kehadiran Air ev yang menarik minat pasar dan mengubah pandangan masyarakat soal mobil listrik yang ngejelimet.
“Saya yakin sekali bahwa adopsi elektrifiaksi untuk alat transportasi akan terus meningkat bahkan akaan eksponensial. Tapi harus di dukung dengan kesediaan atau penyediaan daya dan juga kebijakan pemerintah, untuk memberikan insentif,” kata Gita, Jumat (1/7) di ICE, BSD, Tangerang.
Baginya industri elektrifikasi memang membutuhkan ketahanan yang kuat dan pemerintah serta para stakeholder harus punya kolaborasi yang kuat untuk memajukan ekosistemnya dan menjaga keberlanjutannya di Tanah Air.
“Saya rasa ini akan berkelanjutan, berkesinambungan secara terus menerus. Ini sudah sangat kelihatan di negara-negara maju, sudah sangat kelihatan di negara-negara berkembang. Dan akan terus berlanjut di negara berkembang seperti kita, karena Indonesia punya kepentingan untuk melakukan elektrifikasi ke depan, mengingat kita itu menjadi salah satu kontributor pada emisi karbon yang nggak kecil di dunia," paparnya.
"Jadi kita harus melakukan apapun untuk tidak hanya untuk merangkul ekonomi sirkular, tapi juga merangkul elektrifikasi agar emisi karbon itu, bisa menurun ke depan,” pungkasnya.