mobilinanews (Tangerang) – VinFast datang ke Indonesia dengan komitmen kuat untuk menjadi bagian dari kemajuan elektrifikasi Indonesia. Hal itu terjawab dengan ekosistem holistik yang mereka siapkan untuk menunjang tujuan besar itu.
Menilik usia Vinfast di Indonesia, praktis raksasa otomotif asal Vietnam ini, baru menjejaki pasar Nusantara setahun lalu. Mereka baru mulai menjual mobil pertamanya di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024.
Saat itu, mereka punya VF 5 dan VF e34. Namun di belakang dua produk itu, mereka telah meramu strategi besar untuk melanggengkan eksistensinya di pasar Indonesia dengan menyiapkan ekosistem yang mengejutkan tahun 2025 ini.
Untuk visi besar ini, VinFast tidak hanya menyiapkan produk mobil listrik terbaik, tapi juga pabrik yang tengah disiapkan, charging system yang kuat dan sistem transportasi massal yang telah berseliweran di kota untuk menguatkan brand awareness mereka di Indonesia.
Pada tahun 2025, hanya satu tahun setelah hadir di Indonesia, VinFast punya berbagai line up mobil listrik yang disiapkan. Ada VF 5, VF e34, VF 6, VF 7, VF 8, hingga VF 9, yang mencakup segmen A-SUV hingga E-SUV.
Visi Ekosistem Lengkap VinFast
Bicara komitmen yang terkait eksistensinya di Indonesia, VinFast tak tanggung-tanggung. Ada pabrik kelas internasiaonal yang disiapkan untuk memproduksi mobil listrik mereka di Indonesia dengan investasi besar.
“Jadi memang VinFast tidak hanya datang ke Indonesia untuk jual mobil. Tapi memang kita berkomitmen untuk tumbuh bersama Indonesia. Kita bangun pabrik sendiri di Subang di atas lahan 170 hektare dan modal awal juga 200 juta USD,” kata CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto di Booth VinFast, di ICE, BSD, Jumat (1/7/2025).
Lebih jauh dari itu, mereka ingin dengan adanya pabrik di Indonesia, ada peluang penyerapan tenaga kerja lokal dan transfer teknologi untuk anak bangsa, yang akan menyentuh basis-basis ekonomi kecil UMKM yang menunjang pertumbuhan ekonomi.
“Tentu saja denga nada pabrik, akan menyerap tenaga kerja langsung. Karena nanti di fase satu di bulan Desember 2025, sudah bisa menyerap 1.000 tenaga kerja langsung. Lebih dari itu, ada Indirect employment, melalui suplayer dan pemasok yang pasti nanti lebih besar dari itu dan itu semua kita utamakan adalah tenaga-tenaga terampil lokal,” jelas Kariyanto.
CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto di Booth VinFast dan tokoh Mantan Menteri Perdagangan Gita Gita Wirjawan berpose di depan mobil anyar VinFast VF7
Untuk mendukung kelancaran unit mobil listrik mereka, VinFast juga telah menyiapkan charging system yang akan tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Pengadaan charging ini, tidak sulit bagi mereka, karena mereka memiliki sister company sendiri yaitu V-Green.
Perusahaan di atas dapat memperluas jaringan pengisian EV secara cepat di Indonesia. Apalagi mereka sudah siap membangun 60 Ribu SPKLU VinFast, dengan Investasi 300 Juta USD.
Tak berhenti di sana, untuk memastikan bahwa produk VinFast punya kualifiaksi tinggi mereka telah mengoperasikan transportasi massal dalam bentuk taksi yakni Green SM atau Xanh SM.
“Jadi kalau mereka yang belum punya atau belum membeli mobil VinFast bisa merasakan kendaraan yang nyaman, ramah lingkungan dan efisien dengan menggunakan taksi kita Xanh SM yang sudah mewarnai jalan-jalan kota,” ungkap Kariyanto.
Selanjutnya, terkait kekhawatiran konsumen tentang harga used car listrik, VinFast juga telah menyediakan kebijakan yang solutif dengan adanya sistem pembelian kembali yang menguntungkan konsumen.
“Kami juga ada perusahaan yang handle used car, karena selama ini selalu yang menjadi kekhawatiran pembeli mobil listrik, adalah nanti harga jual mobil listrik akan jatuh sekali. Nah kami jawab itu dengan pemberian buy back garansi atau resale velue guarantee yang sangat komeprhensif karena pemakain setelah 3 tahun pun, kami masih berikan 70 persen,” papar Kariyanto.
Kehadiran ekositem yang lengkap ini, tumbuh dari keinginan VinFast untuk menjadi solusi komprehensif bagi pengguna mobil listriknya. Investasi besar itu, tidak hanya menjadi alasan untuk menghilangkan kekhawatiran pada konsumen, tetapi mereka ingin menjadi bagian dari keberlanjutan elektrifikasi di Tanah Air.
Pelajaran Strategis
Ekosistem yang telah dibangun dan sementara dilanjutkan bukan isapan jempol karena mereka sudah melakukannya di negeri sebesar Amerika Serikat dan India pada ekspansi awalnya.
Terkait ekosistem elektrifikasi yang dihadirkan VinFast, pengusaha, dan pembawa acara podcast Endgame, Gita Wirjawan, menyebutkan bahwa elektrifikasi alat transportasi ini sangat penting menuju transportasi hijau.
“Elektrifikasi alat transportasi ini penting sekali dan ini harus ditopag dengan daya. Daya energi yang layak. Soal day aini yang masih kurang dan ini yang harus ada kolaborasi private dan public sector kita,” kata Gita saat Talkshow di Booth VinFast di GIIAS.
Gita mengakui bahwa salah satu contoh strategis bisa dilihat dari apa yang telah dilakukan oleh VinFast dengan kemajuannya yang pesat, bahkan mereka telah mengekspansi pasar Negeri Paman Sam.
Dengan semua yang telah dilakukan VinFast dalam kurun waktu yang singkat, menggambarkan komitmen besar mereka untuk tumbuh bersama Indonesia. Mereka tak ingin dominasi tapi punya dedikasi untuk kemajuan elektrifikasi yang berlandaskan sustainability yang menjadi tujuan besar masyarakat dan pemerintah.