Banjir Truk CBU Asal Tiongkok Industri Lokal Waswas

Minggu, 17/08/2025 12:15 WIB
Ade Nugroho


Banjir Truk CBU Asal Tiongkok Industri Lokal Waswas
Banjir Truk CBU Asal Tiongkok Industri Lokal Waswas

Mobilinanews (Jakarta) - Fenomena membanjirnya truk impor asal Tiongkok mulai memantik kekhawatiran banyak pihak di Indonesia. Data menunjukkan, pada tahun 2024 saja, jumlah impor truk Completely Built-Up (CBU) dari Negeri Tirai Bambu mencapai 13.669 unit dengan nilai fantastis sekitar 647 juta dolar AS. Angka ini membuat pelaku industri otomotif dan pemerintah mulai siaga.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mengkaji serius lonjakan ini. “Kita sedang mengundang beberapa kementerian dan lembaga terkait untuk membahas fenomena ini,” ujarnya saat menghadiri sebuah diskusi di Jakarta, 8 Agustus lalu.

Menurut Aan, salah satu sorotan ada pada klasifikasi impor. Dari hasil penelusuran, terdapat indikasi bahwa sebagian truk tidak tercatat sebagai kendaraan, melainkan dikategorikan sebagai barang modal. “Kita akan lakukan pengujian, termasuk dari sisi keselamatan operasional truk-truk tersebut,” tegasnya.

Impor Tinggi, Pasar Domestik Tertekan

Indonesia memang masih bergantung pada impor kendaraan CBU, termasuk di segmen truk komersial. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, kendaraan komersial yang diimpor dari berbagai negara, terutama Tiongkok, masih mendominasi pasar.

Namun, menariknya, pada kategori truk dengan Gross Vehicle Weight (GVW) 5–10 ton, justru terjadi penurunan penjualan sebesar 14,36%. Dari yang semula 20.891 unit pada semester I 2024, kini hanya tersisa 17.891 unit pada semester I 2025. Penurunan ini disebut-sebut sebagai imbas dari lesunya perekonomian global dan domestik.

Kekhawatiran di Balik Angka

Bagi sebagian pelaku industri lokal, lonjakan impor ini bukan sekadar soal persaingan dagang, melainkan ancaman nyata bagi ekosistem produksi dalam negeri. Jika impor truk terus dibiarkan membanjiri pasar, produsen lokal dikhawatirkan kehilangan daya saing, terutama di segmen harga.

Apalagi, truk-truk asal Tiongkok kerap dikenal menawarkan spesifikasi mumpuni dengan banderol yang jauh lebih miring dibanding produk buatan pabrik lokal atau merek Jepang yang sudah lama bercokol di Indonesia.

Selain itu, ada pula aspek keselamatan yang menjadi perhatian. Truk impor CBU wajib memenuhi standar uji layak jalan Indonesia, agar tidak membahayakan pengguna jalan dan lingkungan sekitar.

Langkah Antisipasi

Kemenhub berencana memperketat pengujian teknis dan administrasi pada setiap truk impor. Tujuannya jelas: menjaga keselamatan transportasi dan mencegah adanya celah yang dimanfaatkan untuk memasukkan kendaraan tanpa klasifikasi yang benar.

Meski begitu, langkah ini harus dibarengi dengan kebijakan yang mendukung industri otomotif lokal agar tetap bisa bersaing. Sebab, tanpa dukungan regulasi yang tepat, industri dalam negeri bisa kalah di “rumah sendiri”.

Tag

Terpopuler

Terkini