Berhasil Padukan Performa dan Kemewahan, AION UT Terpilih sebagai Most Driven EV di GIIAS 2025

Rabu, 13/08/2025 09:15 WIB
Wilfrid Kolo


AION UT menyabet penghargaan sebagai Most Driven EV di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025.
AION UT menyabet penghargaan sebagai Most Driven EV di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025.

mobilinanews (Jakarta) — Mobil pintar yang dibekali dengan teknologi canggih yakni AION UT yang menjadi perhatian dinobatkan sebagai Most Driven EV di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025.

Mobil anyar AION ini mendapat apresiasi itu, karena antusiasme tinggi dari pengunjung yang menjajalnya selama 11 haru di area test drive, pameran otomotif terbesar itu. Sebanyak 2.453 telah mengendarainya, meruju data sehari sebelum penutupan GIIAS.

Angka ini mengesankan dan menjadi validasi atas minat pasar Indonesia terhadap mobil listrik dengan kombinasi teknologi, performa, dan kenyamanan yang tentu menjawab ekspektasi pengendara masa kini.

CEO GAC Indonesia, Andry Ciu bangga karena AION UT yang mereka bawa ke Indonesia banyak menyita perhatian masyarakat, sehingga mendapat apresiasi di pameran GIIAS 2025.

“Kami sangat bangga AION UT meraih gelar Most Driven EV di GIIAS 2025. Ini membuktikan bahwa konsumen Indonesia tidak hanya mencari kendaraan listrik, tetapi juga pengalaman berkendara premium yang lengkap. Dan AION UT memberikan itu semuanya yakni performa, teknologi, dan kemewahan dalam satu paket,” ujar Andry Ciu. 

Performa Unggul

AION UT menggendong motor listrik bertenaga 150 kW (setara 201 hp) dengan torsi instan 210 Nm, menciptakan akselerasi yang responsif dalam segala kondisi. 

Dirancang oleh Stéphane Janin dari GAC Advanced Design Center Europe, mobil listrik ini mampu melesat dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu 7,3 detik. Sebuah catatan waktu yang membuatnya unggul di kelasnya.

kfkMobil listrik AION UT yang tangguh dan canggih melibas genangan air di area test drive GIIAS 2025

Tak hanya itu, AION UT juga mengesankan, karena dengan baterai berkapasitas 60 kWh, ia sanggup menjelajah hingga 500 km dalam sekali pengisian penuh. Cocok untuk pengguna aktif yang butuh mobilitas jarak jauh tanpa rasa khawatir.

AION UT juga menggunakan sistem pengereman One Box dari Bosch menghadirkan respon cepat dengan sensasi pengereman halus khas mobil premium, namun tetap responsif.

Handling yang Stabil dan Presisi

AION UT menarik konsumen karena kemampuannya dalam hal handling. Ia menawarkan stabilitas kelas premium. Terbaik di kelasnya dibandingkan banyak mobil listrik lain, berkat penggunaan platform EV murni AEP 3.0.

Dimensinya pun mendukung manuver lincah tanpa mengorbankan kestabilan, yakni panjang 4.270 mm, lebar 1.850 mm, tinggi 1.575 mm, dan jarak sumbu roda 2.750 mm. 

Dengan ground clearance 160 mm dan posisi baterai di lantai bodi yang merendahkan center of gravity. Ini membuatAION UT sangat stabil dan minim body roll saat menikung maupun melaju di kecepatan tinggi, sehingga sangat ideal untuk dikendarai dalam segala situasi.

Kabin Mewah

Desain interior AION UT minimalis berpadu material premium, menghadirkan estetika mewah yang cocok dengan gaya hidup perkotaan.

Sistem Entertainmentnya didukung layar sentuh 14,6 inci beresolusi tinggi, terbesar di kelasnya, dan layar LCD 8,8 inci di instrument cluster.

Kualitas visualnya sebanding dengan tablet flagship, mendukung aplikasi seperti Spotify dan konektivitas Wireless Apple CarPlay. Sementara itu, dukungan untuk Android Auto juga segera hadir saat mobil diterima.

AION UT hadir dalam dua pilihan varian, yakni Standar dan Premium, keduanya sudah mendukung teknologi DC Fast Charging CCS2. Hanya butuh 24 menit untuk mengisi daya dari 30% hingga 80%, sangat efisien untuk aktivitas harian maupun perjalanan jarak jauh.

Pecinta mobil listrik cangguh kini sudah dapat melakukan pre-order AION UT Standar yang harganya akan di bawah Rp330.000.000 dan tipe Premium sedikit di atas harga tersebut. Mereka bisa memesannya di jaringan diler resmi GAC Indonesia.

 

Tag

Terpopuler

Terkini