Mobilinanews (Jakarta) - Industri otomotif Tiongkok sudah lama dikenal dengan stigma “peniru desain.” Tapi cerita QJMotor Super4 beda total. Motor sport-retro ini memang sekilas mirip dengan MV Agusta Superveloce, namun kenyataannya, ia lahir dari kolaborasi resmi dengan orang-orang yang dulu membentuk identitas MV Agusta modern.
Super4 bukan sekadar kloningan. Ia adalah hasil desain dari C-Creative, studio yang didirikan oleh Giovanni Castiglioni (mantan presiden MV Agusta) bersama Adrian Morton dan Paolo Bianchi—orang-orang yang menciptakan estetika khas MV Agusta. Jadi, DNA Eropa di motor ini benar-benar sahih.
Lihat sekali saja, langsung terasa aura retro-modern Italia. Fairing melengkung, lampu bulat klasik, bodi ramping—semua persis seperti ciri khas motor sport neo-klasik. Bedanya, Super4 tidak pakai mesin V-twin atau tiga silinder seperti MV Agusta, melainkan parallel-twin 449 cc.
Mesin ini menghasilkan 52 hp di 9.500 rpm, bobotnya hanya 177 kg, dan kecepatan puncak mencapai 200 km/jam. Angka yang cukup membuatnya lincah, baik untuk touring ringan maupun sekadar mejeng di kafe.
MV Agusta Superveloce dibanderol Rp700–800 jutaan di Indonesia. Nah, Super4 diperkirakan akan dijual di kisaran Rp80–120 juta bila masuk ke Tanah Air. Selisih harga yang bikin banyak orang garuk-garuk kepala—karena dengan biaya setara sportbike Jepang entry-level, kamu bisa dapat motor bergaya Eropa.