mobilinanews (Italia) - Formasi dua baris depan race GP Italia di Sirkuit Monza pada Minggu (7/9) malam nanti WIB sangat menarik. Keempat pembalap di starting grid itu tak hanya berebut podium, tapi berpotensi fight keras berebut gelar juara.
Semuanya pembalap fighter. Menyerang dan bertahan dengan keras, jika perlu malah dengan ugal-ugalan adu roda dengan roda.
Front row dihuni Max Verstappen (Red Bull) dan Lando Norris (McLaren). Baris kedua diisi Oscar Piastri (McLaren) dan Charles Leclerc (Ferrari).
So pasti, manuver gila-gilaan akan tersaji saat lepas start hingga tikungan pertama sampai T3 guna perkuat posisi. Resiko crash tentu saja selalu ada.
Verstappen dan duo McLaren boleh jadi favorit. Tapi, sosok pembalap tuan rumah Ferrari Charles Leclerc sama sekali tak bisa dikesampingkan. Meski start keempat dari sebelah Piastri, kecepatan Ferrari di Monza selalu mendebarkan, seperti tahun lalu dibuktikan Leclerc.
Hal pertama yang harus dilakukan Leclerc adalah menyikat Piastri saat sprint menuju tikungan perdana. Dan, ini juga yang dengan jujur diinginkan Norris.
Ya, Norris butuh pertolongan Leclerc untuk mengalahkan Piastri. Pasalnya, Norris kini tertinggal 34 poin dari Piastri dalam perebutan gelar 2025. Ia butuh jasa Leclerc untuk memotong poin Piastri. Dengan begitu ia berpeluang memperpendek jarak poin dengan lebih signifikan.
Kembali ke Leclerc. Jika gagal pada momen pembuka lap pertama, ada skenario lanjutan. Yakni, memanfaatkan fasilitas DRS di trek lurus Monza.
"Saya harus tetap rapat di belakang mereka untuk dapat benefit saat DRS aktif," ucap Leclerc yang sejak sesi latihan terbilang mumpuni dalam catatan waktu.
Apakah race pace-nya mumpuni?
"Saya harap begitu dan harus kami pastikan jelang race. Hanya itu yang bisa kami lakukan."
Seperti biasa, dukungan spektakular tifosi Ferrari menjadi kekuatan ekstra Leclerc untuk fight sampai garis finish.
Semangat itu pula yang dijanjikan pembalap Ferrari satunya, Lewis Hamilton. Ini kali pertamanya tampil di Mpnza, di depan tifosi yang terkenal itu.
Juara dunia F1 7 kali ini masuk 5 Besar kualifikasi tetapi ia harus start dari P10 akibat grid penalty mundur 5 posisi yang diperoleh di GP Belanda lalu.
"Penalti itu sangat mengejutkan, tapi di sini terobati karena setiap kali masuk lintasan saya melihat dukungan tifosi di kanan dan kiri yang luar biasa. Ini pengalaman pertama yang istimewa dan buat saya menjadi sebuah kemenangan," kata driver Inggris itu.
Jika SF25-nya tak ngambek seperti di Belanda, posisi finish 5 atau 6 di Monza cukup realistis diperjuangkan Hamilton. Setidaknya dapat poin bersejarah di Monza. (r)