MotoGP 2025 Italia: Pesta Marquez Bersaudara. Matchpoint Kejuaraan Dunia Geser ke Jepang atau Indonesia

Minggu, 07/09/2025 21:36 WIB
Rulin purba


Selebrasi bersama Marquez Bersaudara di negeri sendiri. (Foto: motogp)
Selebrasi bersama Marquez Bersaudara di negeri sendiri. (Foto: motogp)

mobilinanews (Spanyol) - Marc dan Alex Marquez benar-benar menikmati home race mereka di GP Catalunya, Barcelona, Spanyol, Minggu (7/9). Alex juara, Marc runner-up. 

Start dari pole position, Alex (Gresini Ducati) sukses mengalahkan sang kakak  Marc (Ducati). Meraih kemenangan kali kedua tahun ini, sekaligus menunda proses percepatan gelar 2025 untuk Marquez.

Hasil ini membuat Marquez tak lagi punya kesempatan menguncibgelar di GP San Msrino, Misano yang notabene wilayah kekuasaan Vakentino Rossi. Keunggulan Marquez usai Catalunya kinintirun dari 187 menjadi 182 angka menuju GP San Marino Minggu depan.

Marquez butuh 40 poin lagi untuk mengunci gelar di Misano dan sangat tak mungkin karena poin maksimum yang bisa diraih dari sprint dan main race hanya 37.

Sebenarnya Marquez sempat mengambil alih posisi terdepan di awal balapan. Tapi, tak lama ia disalip oleh Alex dan setelah itu meluncur mulus ke garis finish tanpa sekali pun Marquez berusaha menyalip.

Apakah sang abang sengaja beri poin lebih? 

Hanya ia yang tahu. Tapi, kalau ada yang berpikir demikian sah saja. Tak lain karena sebelum ke Catalunya,  Marquez sempat bilang akan membantu adiknya meraih poin sebagaimana ia juga sudah dibantu untuk hal yang sama.

Indikasi lain adalah kesedihan Marquez saat memenangkan sesi sprint race kemarin. Ia sedih karena kemenangan itu ia raih di atas penderitaan adiknya yang crash saat memimpin balapan.

Marquez pun membantah spekulasi itu. Gap 1,740 detik di garis finish menjadi bukti ia memang kalah kencang dari Alex.

"Ia pantas jadi juara. Ia tampil lebih baik karena trek ini memang sangat cocok dengan gaya balapnya," kata Marquez mengulangi pernyataan sama usai sprint race kemarin.

Hal sama diapungkan Alex. Gagal finish di sesi sprint, katanya, justru meningkatkan motivasinya untuk memenangkan main race. Kepercayaan dirinya tinggi karena kecepatannya di catalunya lebih dari pembalap lain, termasuk Marquez.

"Saat berada di atas motor, saya berkata dalam hati, kali ini harus saya ambil (juara)," ucapnya.

"Saya hanya perlu fokus sepanjang balapan, merawat ban dengan baik. Pada enam atau 7 lap jelang lomba berakhir saya mengetes apakah ada sesuatu yang kurang. Ternyata pada momen itu saya masih mampu mencetak lap time yang bagus."

Enea Bastianini menemani Marquez Bersaudara ke podium, untuk kali pertama musim ini. Sementara Acosta dan Quartararo melengkapi posisi 5 Besar finisher.

Pembalap.pabrikan Ducati Francesco Bagnaia mencapai finish P7. Hasil yang lumayan keren karena ia berangkat balapan dari posisi 21 di garis start.

Marquez masih sangat kokoh di puncak klasemen kejuaraan dunia dengan total poin 487. Diikuti Alex dengan nilai 305, Bagnaia (237), Marco Bezzecchi Aprilia/197) dan Acosta (183).

Gagal meraih match point di Misano, kesempatan Marquez mengunci gelar terbuka pada GP Jepang pada 28 September atau di GP Indonesia pada 5 Oktober.  (r)

 

 

Tag

Terpopuler

Terkini