Mobilinanews (Jakarta) - Jika diperhatikan, banyak mobil listrik modern seperti Hyundai IONIQ 5 hingga Wuling Air EV menggunakan velg dengan desain unik: terlihat lebih tertutup dibandingkan velg mobil bensin biasa. Bahkan, sebagian tampak seperti dilapisi penutup tambahan.
Desain ini bukan sekadar gaya atau tren futuristik. Ada alasan teknis dan fungsional yang membuat pabrikan memilih konsep velg tertutup. Lalu, apa saja alasan di baliknya?
Velg tertutup punya peran besar dalam mengurangi hambatan angin saat mobil melaju. Tanpa desain ini, aliran udara di sekitar roda bisa menciptakan turbulensi yang justru bikin konsumsi energi lebih boros.
Dengan permukaan velg yang minim celah, aliran udara jadi lebih lancar dan stabil. Hasilnya, mobil bisa melaju lebih efisien—terutama di kecepatan tinggi. Inilah salah satu trik agar mobil listrik tetap hemat energi tanpa harus mengorbankan performa.
Mungkin terdengar sepele, tapi bentuk velg ternyata punya pengaruh nyata terhadap daya jelajah mobil listrik.
Pengujian dari Car and Driver menunjukkan bahwa velg dengan desain tertutup dapat menambah efisiensi hingga 3% saat mobil dipacu di kecepatan 80–140 km/jam.
Memang, angka 3% terlihat kecil. Namun dalam dunia mobil listrik, setiap kilometer tambahan punya arti besar. Efisiensi ini bisa jadi pembeda antara harus berhenti di SPKLU atau bisa terus melanjutkan perjalanan lebih jauh.
Membuat velg tertutup bukan perkara murah. Proses produksinya lebih rumit, bahan yang digunakan harus presisi, dan desainnya jauh lebih kompleks dibanding velg konvensional.
Namun, pabrikan mobil listrik rela menanggung biaya ekstra ini. Alasannya jelas: manfaat jangka panjang yang dirasakan konsumen jauh lebih besar dibanding tambahan biaya produksi. Apalagi, infrastruktur SPKLU belum sebanyak SPBU, sehingga setiap solusi yang bisa menambah efisiensi dianggap penting.
Velg mobil listrik tertutup bukan hanya soal estetika, tapi sebuah keputusan teknis yang cerdas.
Lebih aerodinamis, membuat mobil stabil di kecepatan tinggi.
Lebih hemat energi, yang berarti jarak tempuh bisa bertambah.
Lebih fungsional, meski biaya produksi lebih tinggi.
Singkatnya, desain ini hadir untuk menjawab kebutuhan utama mobil listrik: efisiensi daya dan kenyamanan berkendara jarak jauh. Jadi, saat melihat velg tertutup pada EV favoritmu, ketahuilah bahwa itu adalah hasil riset mendalam, bukan sekadar gaya futuristik belaka.