mobilinanews (Azerbaijan) - Kemenangan beruntun di seri Italia dan Azerbaijan, membuka lagi peluang Max Verstappen bersaing dalam perebutan gelar tahun ini. Seri berikutnya di GP Singapura sangat krusial.
Verstappen kini berjarak 44 poin dari Lando Norris (McLaren) dan 69 angka dari Oscar Piastri (McLaren) di klasemen sementara. Sementara sisa seri balap tahun ini masih menanti dalam 7 putaran.
Artinya, kans Verstappen yang tadinya sudah meredup kini bersinar lagi. Ia kini diperhitungkan lagi dalam trek perburuan gelar. Itu diakui prinsipil tim McLaren Andrea Stella dan Norris.
"Kami tak pernah mengabaikannya sepanjang perburuan poin masih memungkinkannya jadi juara dunia. Sejak Monza, pengembangan floor mobil dan perangkat aerodinamika Red Bull tampak membuahkan hasil. Kami harus mewaspqdainya lebih dekat lagi," kata Stella.
"Mobil mereka kini sangat kencang dan dipiloti pembalap sekaliber Max. Saya harap McLaren bisa melacak darimana kecepatan mereka datang dan cara kami mengatasinya," kata Norris.
Dalam situasi kudu waspada begitu, Stella menegaskan kebijakan tanpa team order tetap diberlakukan McLaren. Piastri dan Norris tetap bebas bertarung.
Dan, kebebasan itu nantinya tentu saja bisa menguntungkan Verstappen. Norris dan Piastri tak hanya akan sibuk melawan Verstappen tetapi juga sibuk untuk saling mengalahkan karena sama-sama bersaing meraih gelar perdana mereka di F1. Mereka harus saling mencuri poin masing-masing karena hanya berselisih 25 poin di klasemen. Belum lagi potensi crash di saat race.
"Kami sadar bahwa kebijakan itu punya resiko. Tapi, Lando dan Oscar punya hak dan kesempatan yang sama dan harus kami hormati," imbuh Stella.
Dari skuad Red Bull, Verstappen mengakui RB21 besutannya terasa sangat berbeda sejak pakai beberapa barang baru di Monza. Ia menikmati balapannya dan hanya berharap hal sama berlangsung hingga akhir musim.
"Saya pikir terlalu berlebihan kalau saat ini memikirkan kesempatan meraih gelar 2025. Kami harus fokus bagaimana melanjutkan tren positif ini," tegasnya.
Senada dengan pembalapnya, Senior Advisor Red Bull Helmut Marko pun tak mau bereuforia mengejar gelar. Dengan keandalan RB21 di sirkuit yang berbeda karakter, Monza dan Baku, Marko optimistis Verstappen punya kans menang lagi di beberapa trek berikutnya.
Termasuk trek dalam kota berikutnya, GP Singapura, yang modelnya mirip Baku yang sepanjang lintasan langsung berbatasan dengan dinding lintasan.
"Singapura akan sangat krusial. Bagaimana hasil akhirnya akan memperjelas peluang Max dalam perburuan gelar," jelas Marko.
Seri Singapura berlangsung 5 Oktober 2025. Enam seri berikutnya digelar di GP AS (Sirkuit Austin, Texas) GP Meksiko, GP Brasil, GP Las Vegas, GP Qatar dan GP Abu Dhabi.