Mobilinanews (Inggris) - Pabrikan mobil mewah asal Inggris, Bentley Motors secara mengejutkan mengumumkan perubahan strategi elektrifikasi mereka.
Ya, Bentley membatalkan rencana ambisius untuk menjadi produsen mobil serba listrik (EV) pada tahun 2035 dan kini akan melanjutkan produksi model bertenaga bensin murni, termasuk untuk penerus Bentayga, Continental GT, dan Flying Spur.
Perubahan haluan ini didorong oleh kondisi pasar global yang bergeser dan keputusan strategis Porsche yang merupakan sesama anggota Volkswagen Group
Baru-baru ini, Porsche mengalokasikan investasi senilai 3,1 miliar euro untuk memperpanjang usia mesin pembakaran internal (ICE) mereka.
Karena Bentley berbagi platform dan komponen dengan Porsche dan Audi, keputusan ini secara langsung memberikan Bentley fleksibilitas untuk terus mengembangkan mesin konvensional.
CEO Bentley, Frank-Steffen Walliser, mengonfirmasi penyesuaian strategi ini. "Ada penurunan permintaan untuk kendaraan listrik mewah, dan permintaan pelanggan belum cukup kuat untuk mendukung strategi serba listrik," ujarnya, seperti dikutip dari Autocar, Selasa (23/9).

Keputusan ini juga sangat dipengaruhi oleh permintaan yang masih sangat kuat dari pasar-pasar kunci seperti Timur Tengah dan Amerika Utara, dimana konsumen masih menyukai performa dan karakteristik mesin bensin konvensional.
Dengan dukungan teknologi dari Volkswagen Group, Bentley kini memiliki ruang untuk mempertahankan model-model bertenaga bensin lebih lama dari yang diperkirakan.
Meskipun demikian, Bentley tidak sepenuhnya meninggalkan visi elektrifikasi. Perusahaan tetap berkomitmen untuk merilis setidaknya satu model baru, baik plug-in hybrid (PHEV) maupun listrik murni, setiap tahun mulai tahun 2026. Awalnya, mereka akan meluncurkan SUV perkotaan serba listrik.
Investasi di pabrik utama Bentley di Crewe juga terus berjalan. Pembangunan jalur perakitan untuk model listrik dan pusat desain baru menunjukkan bahwa Bentley tetap serius dalam menyambut era elektrifikasi, meskipun dengan jadwal yang lebih realistis dan menyesuaikan diri dengan dinamika pasar global.
Langkah ini menunjukkan bahwa produsen mobil mewah harus beradaptasi dengan realitas pasar, yang terkadang tidak sejalan dengan target ambisius. Bentley kini memilih pendekatan yang lebih fleksibel, menyeimbangkan antara komitmen terhadap masa depan listrik dan permintaan pelanggan saat ini yang masih memprioritaskan mesin bensin.