MotoGP 2025 Jepang: Marc Marquez Segel Gelar Dunia Ke-9. Hanya 7 Yang Diakui Rezim Penguasa Baru

Senin, 29/09/2025 01:20 WIB
Rulin purba


Selebrasi Marc Marquez dengan nomor 1, perlawanan senyap kepada sang penguasa. (Foto: ist/instagram)
Selebrasi Marc Marquez dengan nomor 1, perlawanan senyap kepada sang penguasa. (Foto: ist/instagram)

mobilinanews (Jepang) - Seperti rencana awal, Marc Marquez tak perlu menjuarai GP Jepang pada Minggu (28/9) untuk menyegel gelar juara dunia 2025. Ia hanya P2, kalah dari Francesco Bagnaia,  tapi itu sudah lebih dari cukup. 

Total poinnya sudah tak mungkin terkejar siapa pun dalam 5 sisa serial MotoGP tahun ini.

Ini gelar ke-9 Marquez di kancah grand prix balap motor dunia. Mewujudkan ambisi menyamai rekor Valentino Rossi, The Doctor yang menjadi idola Marquez saat bocah tetapi menjadi musuh bebuyutan saat bertemu di kancah MotoGP.

Sayangnya, dari 9 gelar itu mulai sekarang hanya 7 yang diakui penguasa baru MotoGP, yakni Liberty Media yang sejak Juli lalu resmi mengambil alih saham hak komersial MotoGP sebesar 84% dari Dorna Sport yang selama ini jadi juragan.

Liberty Media, perusahaan AS yang juga jadi pemilik event balap F1 itu menerapkan apa yang mereka anggap baik di F1 untuk diberlakukan juga di MotoGP. Hanya gelar di F1 yang dicantumkan sebagai prestasi seorang juara dunianya, tanpa embel-embel gelar F2 atau F3 yang diraih pembalap yang sama.

Hal itu yang ingin mereka lakukan di MotoGP, katanya sih untuk mengangkat citra pembalapnya dengan hanya mencantumkan gelar dunianya di kelas primer.  Gelar di kelas GP125 atau 250, atau Moto3 dan Moto2, tak lagi digabungkan dengan gelar GP500/MotoGP.

Karena itu  maka sebutan untuk Rossi dan Marquez secara resmi dalam semua  bentuk publikasi resmi Liberty Media/Dorna Sport bukan sebagai pemegang 9 gelar, tetapi penyandang 7 gelar saja sesuai yang dicapai di kelas utama.

Bagi Marquez yang masih aktif dan diperkirakan masih hot dalam dua atau tiga musim ke depan, ketentuan tersebut justru menguntungkan. Memberinya kesempatan menjadi pembalap motor paling  berjaya sedunia.

Mengacu pada ketentuan baru itu maka rekor 15 gelar juara dunia milik pembalap Italia Giacomo Agostini kini ditetapkan hanya menjadi juara dunia 8 kali. Sesuai yang ia raih di kelas primer GP500. Gelar dunia di GP125, 250 dan 350 tak masuk hitungan.

Dengan begitu Marquez punya kesempatan menyamai rekor Agostini tahun depan. Dan, pada musim 2027 berpotensi membukukan rekor baru, 9 gelar dunia, yang entah kapan bisa disamai pembalap generasi berikutnya.

Marquez tak ingin mengomentari keputusan itu. Tapi, ia dan timnya dengan cerdik menolak keinginan Liberty untuk merayakan gelar dengan nomor 7 di GP Jepang, bukan 9. Marquez justru tampil beda dengan nomor 1 yang desainnya mirip angka 7. Ditambahi dengan slogan More than just a Number (lebih dari sekadar angka). Bentuk pembangkang yang kreatif.

Yang resah justru adiknya, Alex Marquez (Gresini Ducati) yang sudah punya dua gelar di kelas Moto3 dan Moto2.

"Gelar yang kami perjuangkan dengan susah payah itu sirna begitu saja, tanpa pengakuan," tegas Alex seperti mewakili para peraih gelar kelas bawah lainnya, antara lain Enea Bastianini, Jorge Martin, Johann Zarco, Pedro Acosta dan beberapa lainnya.

Tradisi F1 lainnya yang ditularkan Liberty Media ke MotoGP adalah kewajiban pembalap untuk berdiri tegap dan sopan saat lagu kebangsaan tuan rumah berkumandang jelang start balapan. Harus hadir tepat waktu, karena yang terlambat sedikit saja dikenakan denda ribuan USD.

Pembalap tim Williams Carlos Sainz pernah merasakan betapa bikin kesal aturan itu. Jelang upacara lagu kebangsaan itu perutnya mules berat dan harus mampir ke toilet.  Ia datang terlambat tak lebih dari semenit, tapi tetap diganjar denda yang kalau dirupiahkan sekitar Rp 60 juta.

Bayangkan, 60 juta gara-gara BAB!

Tapi, kocaknya, saat para pemilik tim MotoGP meminta hak komesial yang sama seperti tim F1, sontak Liberty Media dan Dorna menolak mentah-mentah. 

Di F1 sejak era kepemilikan Bernie Ecclestone ada perjanjian khusus bernama Concorde Agreement antara penyelenggara dengan tim. Salah satu klausulnya adalah pembagian keuntungan penyelenggaraan kompetisi kepada tim peserta yang prosentasenya diatur berdasarkan peringkat masing-masing di klasemen akhir kejuaraan konstruktor. 

Tahun lalu McLaren sebagai juara konstruktor menerima 140 juta USD.. jumlah yang sudah melebih budget cap F1 sebesar 135 juta USD. Tahun ini jumlahnya dipastikan naik karena penghasilan Liberty juga membengkak tak hanya dari sponsor dan tv-right tetapi juga limpahan uang dari serial film dokumenter F1 yang didramatisasi Liberty dan diputar di Netflix. (r)

 

 

 

 

Tag

Terpopuler

Terkini