Mobilinanews (Jepang) - Setelah penantian yang mendebarkan, Marc Marquez bersama tim Ducati Lenovo berhasil mengunci gelar juara dunia MotoGP 2025 usai penampilannya di seri putaran ke-17 MotoGP 2025 di Sirkuit Motegi, Jepang.
Dengan begitu, rider asal Spanyol itu kini memegang rekor gelar Juara Dunia MotoGP sebanyak 7 kali. Torehan itu kini sejajar dengan capaian rekor gelar Juara Dunia legenda sekaligus mantan rivalnya, Valentino Rossi.
Di bawah sorotan lampu start, Francesco Bagnaia dari tim Ducati Lenovo Team kembali menunjukkan launch sempurna, merebut holeshot di depan rookie Pedro Acosta dari Red Bull KTM Factory Racing dan Marc Marquez di posisi ketiga.
Tak menunggu lama, memasuki lap 2, keunggulan Pecco (julukan Bagnaia) sudah mencapai 0,7 detik atas Acosta, sementara Joan Mir dari tim Honda HRC Castrol mulai merangkak naik ke P4 setelah sempat terlempar ke P6 dari barisan depan.

Dominasi Pecco terkonfirmasi di lap berikutnya dengan catatan waktu 1:44.412, memperlebar jarak menjadi 1,2 detik. Di belakangnya, Marc Marquez membayangi Acosta, siap melancarkan serangan.
Di akhir Lap 6, keunggulan Pecco sudah menembus batas dua detik. Sementara, pertarungan podium semakin memanas. Marquez sempat membuat kesalahan kecil di beberapa tikungan, namun ia berhasil menjaga ritme untuk mulai mengejar Acosta.
Pada Lap 11, pace Acosta mulai melambat. Tanpa membuang waktu, Marquez menyalip di Tikungan 3, merebut posisi kedua. Seketika, Marquez mampu mencatatkan lap time yang sangat mirip dengan Pecco, yang saat itu unggul 3,7 detik di depan.
Marquez menciptakan ruang aman satu detik dari Acosta, yang kini berada di bawah tekanan besar dari Joan Mir dan rider Aprilia Racing, Marco Bezzecchi yang turut mengintai peluang podium kemenangan.

Tekanan tersebut membuahkan hasil. Joan Mir melakukan manuver elegan di Tikungan 7, menyalip Acosta untuk P3. Namun, tepat setelah Mir mengambil P3, asap terlihat mengepul dari motor Ducati milik Pecco yang sedang memimpin!
Kekhawatiran tentu melanda box tim Ducati dan jutaan penggemar. Meskipun Bagnaia terus melaju tanpa kehilangan waktu secara signifikan, gap yang sempat menyentuh 4,1 detik perlahan mulai terkikis.
Pada Lap 16, masalah tampaknya belum sepenuhnya fatal. Pecco mempertahankan keunggulannya, bahkan memperlebar sedikit menjadi 4,2 detik. Di belakangnya, asa podium Acosta kian memudar setelah disalip oleh Bezzecchi dan Franco Morbidelli.
Dengan tujuh lap tersisa, Marc Marquez berada dalam posisi pemenang gelar di P2 yang terasa "nyaman". Sementara itu, Joan Mir di P3 mulai mengikis jarak yang membuat HRC mulai memimpikan kembalinya podium yang fenomenal.

Drama belum berakhir. Acosta melakukan run-off di Tikungan 1, mengakhiri harapan enam besar. Lebih banyak asap keluar dari motor Bagnaia, memicu wajah cemas di pitbox Ducati. Jarak pun mengecil menjadi 2,8 detik dengan empat lap tersisa.
Dengan dua lap tersisa, Pecco memimpin Marquez dua detik. Sesuai perhitungan gelar, Marc Marquez hanya perlu membawa pulang Ducatinya dengan selamat di posisi kedua untuk menyelesaikan `comeback` terhebat dalam sejarah olahraga.
Dan akhirnya, lap terakhir, sejarah memanggil. Marquez menoleh ke belakang di pintu keluar tikungan 2 untuk memastikan tidak ada ancaman dari belakang. Gelar MotoGP ketujuh itunya berhasil dikunci.
Empat kali operasi. Empat tahun penuh darah, keringat, dan air mata. Namun akhirnya, untuk pertama kalinya sejak 2019, Marc Marquez kembali menjadi Juara Dunia MotoGP! Gelar yang menegaskan kekuatan semangat manusia untuk bangkit dari ‘jurang’.