MotoGP 2025: Australia: Lepas Dari Status Anak Bawang, Aprilia Siap Jadi Penantang Keras Ducati dan Marc Marquez

Minggu, 19/10/2025 16:59 WIB
Rulin purba


Duel sengit Marco Bezzecchi versus Marc Marquez, diharapkan konsisten pada musim 2026. (Foto: ist)
Duel sengit Marco Bezzecchi versus Marc Marquez, diharapkan konsisten pada musim 2026. (Foto: ist)

mobilinanews (Australia): Race weekend GP Australia 2025 benar-benar milik skuad Aprilia. Meraja di sesi latihan, kualifikasi dan dua balapan. Pakbos Massimo Rivola pun siap jor-joran lawan Ducati.

Hasilnya benar-benar bikin kejutan. Pembalap tim satelit Trackhouse Aprilia Raul Fernandez sukses menjadi juara main race setelah sebelumnya podium di sprint race. Ini kemenangan pertama tim dan dirinya di MotoGP. Fernandez juga jadi pemenang ketujuh dari pembalap berbeda di MotoGP, menandakan kejutan-krjutan besar sudah dan akan tetap ada di kelas utama.

Sukses lain didapuk Marco Bezzecchi. Ia menjuarai sprint race, tapi gagal menjadi juara di balapan utama karena hukuman double long lap penalty gara-gara kasus tubrukan dengan Marc Marquez di GP Indonesia. 

Lewat perjuangan keras, Bezzecchi akhirnya bisa masuk podium di P3  sekaligus double podium Aprilia pertama tahun ini. Meraih 16 poin sudah lebih dari cukup untuk Bezzecchi memgambil alih posisi sahabat karibnya, Francesco Bagnaia (Ducati) di grup 3 Besar klasemen kejuaraan dunia. Di bawah Marc Marquez yang sudah pastikan gelar 2025 dan Alex Marquez yang kokoh sebagai runner-up. Ini kali pertama posisi klasemen 1-2-3 Ducati dirusak tim lain sejak awal musim 2025.

Wajar kalau selebrasi itu dirayakan semarak kru, terutama oleh CEO Massimo Rivola. Pria Italia berusia 53 tahun yang biasanya juga murah senyum, kali ini mengumbar tawa bahagia ke mana-mana.

Beberapa tahun lalu Aprilia hanyalah 'anak bawang' di kancah MotoGP. Satu-satunya penerima konsesi dari 6 pabrikan (Honda, Yamaha, Suzuki, Ducati, KTM dan Aprilia).

Pabrikan Italia yang dianggap kastanya lebih rendah dari pabrikan Italia lainnya, Ducati, ini baru berubah pada 2019 saat Rivola bergabung.

Rivola sama sekali tak punya latar belakang industri,  bisnis atau balap motor. Ia malah berkutat di balap Formula One. Karena itu dianggap aneh saat itu.

Lulusan fakultas ekonomi Universitas Bologna itu memulai karir di tim balap Minardi di bidang marketing. Karirnya melejit dari posisi staf, asisten, manajer, sampai Direktur Sport hingga saat Minardi dibeli grup Red Bull dan berubah nama jadi Scuderia Torro Rosso.

Pada 2009 Rivola pindah ke tim elit Ferrari dengan jabatan Direktur Sport, bekerjasama intensif dengan pembalap besar Fernando Alonso dan Sebastian Vettel. Ia juga menggawangi proyek akademi Ferrari dan punya peran melambungkan Charles Leclerc di tim Italia itu 

Sepuluh tahun di sana, Rivola baru pindah haluan ke MotoGP lewat Aprilia sebagai Chief Executive Operatiaon (CEO) pada 2019. 

Hanya dalam 3 tahun Rivola sukses mengeluarkan Aprilia dari status anak bawang selaku penerima konsesi (keleluasaan mengembangkan sektor teknis dibandingkan tim lain).

Kini, di 2025, Aprilia sudah tumbuh jadi penantang utama yang mengaduk-aduk dominasi Ducati. Tugas Rivola dan timnya tinggal menaikkan reputasi pada tiga seri akhir 2025 di Malaysia, Portugal dan Valencia.

"Paling tidak kami harus bisa pertahankan posisi kedua di konstruktor dan P3 Bezzecchi di klasemen akhir pembalap," kata Rivola.

Ia pun menyongsong musim kompetisi 2026 dengan antusias dan target ambisius. Yakni jadi penantang utama Ducati dan Marquez secara konsisten.

"Tahun depan kami punya line-up pembalap yang sanggup mengalahkan Ducati dan Marquez, Bezzecchi dan Jorge Martin (juara dunia 2024). Kami hanya perlu memoles beberapa aspek teknis yang saat ini belum sekompetitif rival," imbuh Rivola yang merekrut sejumlah teknisi top Italia untuk membantunya mengembangkan mesin, sasis dan perangkat elektronik serta aero dengan jor-joran, termasuk mantan teknisi kepercayaan Luigi Dall"Igna di Ducati.

Rivola yang menghadapi Martin dengan bijak saat kasus pengunduran diri Martin lalu, sekarang sangat yakin kalau rider Spanyol itu sudah benar-benar jatuh hati melihat performa Aprilia RS-GP tahun ini. Tinggal menunggu kesembuhan dari cidera panjangnya agar benar-benar fit masuk musim 2026.

Belakangan, Martin sudah berkomitmen akan terus di Aprilia. Dengan performa motor saat ini, ia punya kesempatan kembali ke jalur perebutan gelar tahun depan. Melampiaskan kekecewaan kala Ducati ingkar janji padanya dan di tengah jalan lebih memilih Marquez ketimbang dirinya ke musim 2025.

Tahun ini Marquez tak punya lawan sepadan. Tahun depan ia dan Ducati tampaknya memang harus mewaspadai Aprilia, menjaga Martin dan Bezzecchi yang masih punya luka hati pada Ducati.

Menanggapi ambisi pemimpinnya, Bezzecchi menyatakan siap bekerja keras seperti telah ia jalani. Ia percaya cara yang ditempuh Aprilia saat ini sudah pada jalur yang benar dan tinggal sedikit lagi menyamai kecepatan Ducati secara keseluruhan.

"Menjadi juara dunia adalah mimpi semua pembalap. Saya akan kerja keras lagi dan terus belajar agar lebih mudah mewujudkannya," kata murid kesayangan Valentino Rossi itu.(r)

 

 

 

Tag

Terpopuler

Terkini