Mobilinanews.com (Jepang) - Suzuki bersiap menghidupkan kembali salah satu motor legendarisnya dengan sentuhan modern. Kali ini, bukan sekadar facelift — melainkan transformasi penuh menuju era elektrifikasi.
Motor yang dimaksud adalah Suzuki VanVan, yang kini hadir dalam versi listrik bernama Suzuki e-VanVan. Motor ini dijadwalkan debut di Japan Mobility Show 2025, yang berlangsung pada 29 Oktober hingga 9 November 2025 di Tokyo, Jepang.
Meski tampil dengan teknologi masa depan, Suzuki e-VanVan tetap mempertahankan gaya orisinal VanVan klasik yang pertama kali meluncur di era 1970-an.
Melansir dari Autoby.jp, motor konsep ini memiliki dimensi panjang 1.810 mm, lebar 825 mm, dan tinggi 1.050 mm — menjadikannya setara dengan moped kelas dua di regulasi Jepang.
Sebagai informasi, meski sudah berusia lebih dari empat dekade, Suzuki VanVan hingga kini masih tercatat di situs resmi Suzuki Thailand sebagai salah satu model motor baru yang ditawarkan. Fakta ini menunjukkan betapa kuatnya daya tarik motor tersebut di hati para penggemar motor retro.
Secara tampilan, Suzuki e-VanVan tetap setia pada gaya scrambler klasik yang menjadi ciri khasnya.
Mulai dari silencer knalpot melengkung ke atas di sisi kanan jok, headlamp dan speedometer bulat, hingga spakbor membulat yang memancarkan aura motor lawas.
Bagian setang dilapisi chrome dan dibuat tegak, memberikan posisi berkendara santai dan nyaman. Tangkinya berbentuk oval — tampak kecil dari luar, namun tetap mampu menampung 6,5 liter bahan bakar pada versi mesin bensin.
Jok bergaya retro berbentuk “roti” yang empuk dan lebar tetap dipertahankan, lengkap dengan behel chrome di belakang. Tak hanya mempercantik tampilan, behel ini juga dilengkapi tas kecil portabel yang berfungsi untuk membawa tool kit atau kunci-kunci. Sentuhan kecil ini menunjukkan perhatian Suzuki terhadap fungsionalitas, bahkan pada motor bergaya klasik.
Sebelum sepenuhnya beralih ke tenaga listrik, Suzuki masih mempertahankan karakter teknis dari VanVan 200 versi bensin sebagai acuan.
Motor ini menggunakan mesin tegak 199 cc SOHC berpendingin udara, dipadu transmisi manual 5-percepatan. Bobotnya hanya 128 kilogram, cukup ringan untuk ukuran motor scrambler.
Suspensi depan menggunakan teleskopik, sementara bagian belakang mengandalkan monoshock untuk meredam guncangan di jalan tidak rata.
Untuk kaki-kaki, VanVan 200 memakai pelek depan jari-jari 18 inci dengan ban 130/80, serta pelek belakang 14 inci dengan ban 180/80 yang tampak tebal dan padat — ciri khas motor retro yang siap diajak bertualang.
Sistem pengeremannya mengandalkan cakram di depan dan tromol di belakang, kombinasi klasik yang menjaga kesan old-school namun tetap fungsional.
Suzuki e-VanVan menjadi bukti bahwa elektrifikasi tidak selalu berarti meninggalkan masa lalu.
Sebaliknya, motor ini membawa nostalgia ke era modern, dengan desain yang tetap mempertahankan esensi klasik, namun dipadu teknologi masa depan.
Bila versi konsep ini mendapat sambutan positif di Japan Mobility Show 2025, bukan mustahil Suzuki akan memproduksi e-VanVan versi massal — yang akan menjadi salah satu motor listrik retro paling ikonik di dunia.
Bagi para pecinta motor klasik, e-VanVan bukan sekadar kendaraan. Ia adalah simbol perjalanan waktu — dari masa keemasan motor scrambler hingga masa depan kendaraan bebas emisi.