F1 2025 Meksiko: Fight Keras di 5 Baris Depan, Oscar Piastri Terancam Kehilangan Mahkota di Puncak Klasemen

Minggu, 26/10/2025 09:59 WIB
Rulin purba


Lando Norris (Inggris/McLaren, berpotensi jadi pemimpin baru klasemen 2025. (Foto: f1)
Lando Norris (Inggris/McLaren, berpotensi jadi pemimpin baru klasemen 2025. (Foto: f1)

mobilinanews (Meksiko) - Hasil kualifikasi GP Meksiko pada Minggu (26/10) pagi WIB benar-benar di luar prediksi. Sulit membayangkan momen seperti apa yang bakal terjadi sejak start hingga ke tikungan 1,2 dan 3 pada raceday Senin (27/10) subuh WIB.

Pasalnya, 5 baris depan dihuni para pembalap super agresif dengan kepentingan sendiri-sendiri pada race ini. Tentu saja yang paling disorot dan paling krusial adalah perebutan gelar yang melibatkan 3 pembalap, yakni duet McLaren Oscar Piastri dan Lando Norris yang hanya berselisih 14 poin plus Max Verstappen (RBR) yang masih berpeluang meraih gelar 2025 meski tertinggal 40 dan 26 angka dari Piastri dan Norris.

Sangat sulit memprediksi hasil akhir dalam balapan 71 laps di Autodromo Hermanoz Rodriguez nanti. Bakal sangat ditentukan oleh apa saja yang terjadi pada momen selepas start sampai 3 tikungan awal bahkan mungkin sampai awal lap ke-2.

Berikut adalah formasi 10 Besar yang dibagi dalam 5 baris di garis start, yakni:

Baris 1: Norris (pole sitter) dan Charles Leclerc (Ferrari).

Baris 2: Lewis Hamilton (Ferrari) dan George Russell (Mercedes)

Baris 3: Verstappen dan Andrea Kimi Antonelli (Mercedes)

Baris 4: Piastri dan Isack Hadjar (Racing Bulls)

Baris 5: Oliver Bearman (Haas) dan Yuki Tsunoda (RBR).

Sebenarnya Piastri dapat posisi 8 di kualifikasi dan Carlos Sainz (Williams) di P7. Tapi, Sainz diganjar hukuman mundur 5 posisi start gegara insiden dengan Antonelli di GP AS lalu. Piastri, Hadjar, Bearman dan Tsunoda pun naik.

Posisi start Piastri yang persis di belakang Verstappen membuat prosesi start bakal mencekam. Target pertama Piastri tentu mengambil alih posisi Verstappen secepat mungkin. Sebaliknya dengan Verstappen, yang paling penting adalah tetap di depan Piastri sembari mencari celah merangsek ke baris depan.

Dan, bukan tak mungkin, sudah ada perintah dari petinggi RBR kepada Hadjar dan Tsunoda untuk mengganggu Piastri untuk kepentingan Verstappen. Bukan apa-apa karena strategi demikian bukan perbuatan haram di F1 jika tak sampai menubruk dengan sengaja.

Target Verstappen sendiri hanyalah 'mencuri' poin sebanyak mungkin dari Piastri dan berjuang meraih podium. Tapi itu tak akan mudah, apalagi jika penyakit giyang-goyang pada mobilnya belum terobati.

"Akan sangat sulit untuk menjadi juara. Kecepatan para pembalap di depan sulit diimbangi," kata Verstappen yang di saat kualifikasi masih saja gagal menemukan keseimbangan bagian belakang mobilnya seperti di sesi latihan FP2.

Ya, roda belakang RB21-nya sulit mendapatkan grip sehingga acap slip yang oleh Verstappen digambarkan seperti mengendarai mobil di atas es.

Jika teknisi RBR seharian ini belum bisa menangani masalah itu maka bukan hanya podium, untuk bertahan di depan Piastri saja pun bakal sulit.

Sekarang pindah ke Baris 1 dan 2. Menyoal 4 pembalap agresif dengan kepentingan sendiri-sendiri. Norris pasti fokus pada peluang meraih gelar. Sebaliknya Leclerc, Hamilton dan Russelll gak peduli soal perebutan gelar itu.  

Yang terpenting buat Leclerc adalah meraih gelar juara pertama Ferrari musim ini. Ia punya mobil kencang, bermain lepas tanpa beban khusus, dan siap fight keras dengan Norris dengan pertimbangan Norris akan menghindari permainan keras.

Yang terpenting buat Hamilton adalah meraih podium perdananya sejak gabung dengan The Prancing Horse. Buat Leclerc dan Hamilton ada target lain yang diberikan tim, yakni menggulingkan Mercedes di klasemen konstruktor. Meraih P2 di akhir musim adalah tujuan besar yang masih bisa diraih.

Hal sama berlaku buat Russell dan Antonelli. Pertahankan P2 di konstruktor adalah target tim, sementara posisi podium adalah target pribadi.

Makin menarik karena Norris di posisi terdepan pun mengakui bakal sangat tak mudah melawan Ferrari jika mengacu pada kecepatan di kualifikasi. Ia bersaing ketat dengan Leclerc meski tercepat di Q2 dan Q3.

"Target tentu saja menjadi juara. Tapi, akan sangat tak mudah karena Ferrari mengesankan sepanjang akhir pekan ini. Saya sempat khawatirkan mereka di Q3. Bahwa kemudian saya raih pole, sejujurnya saya kaget dan tidak tahu persis apa yang terjadi," ucap Norris yang baru kali ini lagi meraih pole sejak GP Belgia silam. 

Pernyataannya menggambarkan jika ia tak sepenuhnya yakin dengan kecepatan MCL39.

Pembalap Inggris itu pun memprediksi bakal serunya momen selepas start, di saat para rival di samping dan belakangnya beradu sprint ke tikungan pertama.

Karena itu, katanya, strateginya adalah menyusun skenario prosesi start. Karena jika ia bisa tetap terdepan pada T1 sampai 3 maka peluang menang sangat terbuka meski faktor strategi pitstop juga bakal menentukan.

Ya dengan performa dan semangat tarung Ferrari saat ini memang sulit membayangkan betapa kerasnya perjuangan Norris sepanjang 71 putaran durasi lomba. Tapi, andai, ya seandainya ia berhasil meraih gelar juara maka itu adalah pertanda dirinya adalah favorit juara dunia 2025.

Begitu pula seandainya saat sama Piastri hanya finish  5 Besar atau lebih buruk maka itulah saatnya ia lengser dari 'jabatan' pemimpin klasemen pembalap yang ia nikmati sejak awal musim. Dalam tiga seri terdahulu ia tak pernah menyentuh podium. Dengan performa di Meksiko sejak sesi latihan,  sepertinya perlu faktor keberuntungan agar Piastri bisa merangsek ke finisher 4 Besar. Ya, 4 Besar hanya untuk tetap bertahan di puncak klasemen. (r)

Tag

Terpopuler

Terkini