Geger! Autopilot Tesla Kembali Disorot Usai Tabrak Mobil Polisi

Jum'at, 31/10/2025 13:46 WIB
bagas


Tesla Model Y 2022 (Foto: CarEdge)
Tesla Model Y 2022 (Foto: CarEdge)

Mobilinanews (AS) - Sebuah insiden kecelakaan lalu lintas di Los Angeles County, Amerika Serikat (AS) kembali menyoroti bahaya penggunaan fitur Autopilot, yang dalam hal ini menjadi salah satu fitur dari Tesla.

Ya, seorang pengemudi berusia 28 tahun dilaporkan menabrak mobil patroli polisi yang sedang berhenti di bahu jalan setelah diduga tertidur saat mengaktifkan autopilot atau sistem bantuan mengemudi semi-otomatis kendaraannya.

Kecelakaan yang terjadi di jalan bebas hambatan pada dini hari ini melibatkan Tesla Model Y tahun produksi 2022 yang menabrak bagian belakang mobil patroli Kepolisian California Highway Patrol (CHP) yang sedang melakukan pengamanan.

Pengakuan Mengejutkan Pengemudi

Menurut laporan kepolisian, pengemudi Tesla Model Y tersebut dikabarkan selamat dan tidak mengalami cedera yang serius. Namun, petugas yang berada di dalam mobil patroli tersebut mengalami luka ringan.

Kondisi mobil polisi yang di tabrak (Foto: Carscoops)

Dampak tabrakan itu sendiri cukup parah, menyebabkan kerusakan signifikan pada bagian depan Tesla dan memicu kebakaran kecil yang untungnya segera dipadamkan. Mobil patroli polisi berbasis Ford Explorer pun ikut ringsek, tepatnya pada bagian belakang.

Yang lebih mengejutkan, dimana pengemudi itu mengaku telah mengaktifkan mode Autopilot dan mengira mobilnya dapat berjalan dengan aman tanpa perlu pengawasan penuh dari dirinya sebagai pemegang kendali.

“Kami menemukan bukti sistem bantuan pengemudi aktif saat kecelakaan terjadi. Namun, pengemudi tetap bertanggung jawab untuk mengawasi jalan dan siap mengambil kendali kapanpun diperlukan,” kata juru bicara CHP, dilansir Carscoops, Kamis (30/10/2025).

Perdebatan Keamanan Tesla Kembali Memanas

Insiden ini sontak menambah panjang daftar kecelakaan yang melibatkan fitur Autopilot Tesla dalam beberapa tahun terakhir yang memicu perdebatan sengit mengenai keamanan dan interpretasi penggunaan sistem semi-otomatis pada mobil listrik besutan Elon Musk.

Tesla selama ini selalu menekankan bahwa Autopilot bukanlah sistem mengemudi otonom penuh. Perusahaan mewajibkan pengemudi untuk tetap memegang kemudi dan fokus memperhatikan kondisi jalan, sebagai alat bantu, bukan pengganti pengemudi.

Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NHTSA) sendiri telah membuka sejumlah investigasi terhadap insiden serupa, termasuk yang sering melibatkan tabrakan dengan kendaraan darurat di jalan raya.

Peringatan Keras dari Pakar Keselamatan

Dengan demikian, meskipun Tesla terus berupaya meningkatkan perangkat lunaknya, para ahli keselamatan lalu lintas mengingatkan bahwa kepercayaan berlebihan terhadap teknologi ini adalah risiko serius yang dapat mematikan.

Kecelakaan ini menjadi pengingat yang menyakitkan bahwa teknologi bantuan mengemudi adalah pendukung, bukan pengganti kewaspadaan manusia. Penggunaan yang salah, seperti tertidur saat fitur aktif, dapat berujung pada bencana.

Tag

Terpopuler

Terkini