BBM Dicampur Etanol 10 Persen, Motor Jadi Lebih Boros? Ini Efeknya ke Dompet dan Mesin Kamu

Minggu, 09/11/2025 12:15 WIB
Ade Nugroho


BBM Dicampur Etanol 10 Persen, Motor Jadi Lebih Boros? Ini Efeknya ke Dompet dan Mesin Kamu
BBM Dicampur Etanol 10 Persen, Motor Jadi Lebih Boros? Ini Efeknya ke Dompet dan Mesin Kamu

Mobilinanews.com (Jakarta) - Pemerintah tengah menyiapkan kebijakan baru dalam sektor energi, yaitu pencampuran etanol hingga 10 persen ke dalam bensin atau yang dikenal dengan program E10 (Ethanol 10%). Langkah ini disebut-sebut akan membantu mengurangi ketergantungan pada impor minyak serta mendukung bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

Namun, di balik niat baik tersebut, muncul kekhawatiran dari para pemilik kendaraan, terutama pengguna motor bensin konvensional, soal efek etanol terhadap performa mesin dan konsumsi bahan bakar.

Etanol Bikin Motor Lebih Boros?

Menurut Wahyu Budhi, Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati, penggunaan etanol memang seperti pisau bermata dua.
“Efek negatifnya, potensi membuat kendaraan lebih boros,” ujarnya, dikutip dari Kompas.com (8/10/2025).

Ia menjelaskan, kandungan energi per liter pada etanol lebih rendah dibandingkan bensin murni. Artinya, untuk menghasilkan tenaga yang sama, mesin membutuhkan volume bahan bakar lebih banyak.
“Selain itu, etanol juga bisa menyebabkan kerusakan komponen mesin, selang bensin, hingga karat pada tangki—terutama pada kendaraan lama yang belum didesain untuk kadar etanol tinggi,” tambah Wahyu.

Dampak lainnya, beberapa pengguna mungkin akan merasakan perubahan karakter mesin, seperti tarikan yang sedikit berbeda atau mesin yang lebih cepat panas bila tidak diimbangi dengan perawatan yang tepat.

Kabar Baiknya: Emisi Lebih Bersih dan Mesin Lebih Halus

Meski punya potensi membuat konsumsi bahan bakar meningkat, penggunaan etanol juga membawa manfaat positif.
Campuran etanol mampu meningkatkan proses pembakaran, sehingga tenaga mesin menjadi lebih halus dan emisi gas buang lebih rendah.

“Secara teknis, motor keluaran terbaru sudah siap menghadapi BBM beretanol. Sistem bahan bakarnya dirancang dengan material tahan korosi, serta sensor pembakaran yang bisa menyesuaikan campuran udara dan bahan bakar secara otomatis,” jelas Wahyu.

Artinya, untuk motor-motor modern dengan sistem injeksi dan ECU pintar, penggunaan E10 tidak akan menjadi masalah berarti. Bahkan bisa memberi performa yang lebih stabil dalam jangka panjang.

Motor Lawas Perlu Waspada

Berbeda halnya dengan motor lawas atau karburator, yang biasanya belum dirancang untuk menangani kadar etanol tinggi.
Bagi pemilik motor jenis ini, disarankan untuk tidak terlalu lama menyimpan BBM di tangki, karena etanol memiliki sifat menarik uap air dari udara yang bisa menyebabkan korosi di dalam sistem bahan bakar.

Selain itu, perawatan rutin pada filter, injektor, dan tangki bensin perlu dilakukan lebih sering agar tidak terjadi penumpukan kerak atau endapan.

Kesimpulan: Ramah Lingkungan, Tapi Perlu Siap Biaya Tambahan

Kebijakan BBM beretanol seperti E10 memang merupakan langkah maju menuju energi hijau, namun bagi pengguna motor, ada kompromi yang perlu disiapkan — mulai dari konsumsi bahan bakar sedikit lebih boros, hingga biaya perawatan tambahan.

Bagi pemilik motor keluaran baru, mungkin tidak akan terasa signifikan. Tapi bagi yang masih mengandalkan motor lama, penting untuk memahami efek teknisnya agar tidak merusak komponen mesin.

Jadi, sebelum kamu mengisi tangki dengan BBM beretanol, pastikan motormu siap menerima perubahan ini  karena motor yang tidak siap bisa bikin dompet ikut terkuras.

 

Tag

Terpopuler

Terkini