Strategi Multi-pathway Yamaha: Dari Hybrid, Hidrogen, hingga Motor Listrik untuk Masa Depan Netral Karbon

Selasa, 11/11/2025 12:15 WIB
Ade Nugroho


Strategi Multi-pathway Yamaha: Dari Hybrid, Hidrogen, hingga Motor Listrik untuk Masa Depan Netral Karbon
Strategi Multi-pathway Yamaha: Dari Hybrid, Hidrogen, hingga Motor Listrik untuk Masa Depan Netral Karbon

Mobilinanews (Jakarta) - Dalam upaya menuju masa depan yang lebih hijau, Yamaha Motor Corporation menegaskan komitmennya untuk mencapai target netral karbon melalui strategi multi-pathway  pendekatan dengan banyak jalur teknologi untuk mengurangi emisi gas buang kendaraan.

Langkah ini serupa dengan strategi beberapa manufaktur otomotif Jepang lainnya, namun Yamaha menekankan bahwa setiap negara memiliki jalur transisi yang berbeda menuju kendaraan ramah lingkungan. Karena itu, Yamaha memilih untuk tidak terpaku pada satu teknologi saja, melainkan mengembangkan beragam solusi elektrifikasi sesuai kebutuhan pasar global.

Beragam Teknologi Menuju Masa Depan Hijau

Dalam perayaan ulang tahun ke-70 Yamaha Motor, perusahaan memperkenalkan sejumlah prototipe kendaraan elektrifikasi yang akan dipamerkan pada ajang Japan Mobility Show (JMS) 2025 mendatang. Beberapa di antaranya termasuk:

  1. Hybrid Electric Vehicle (HEV)
  2. Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)
  3. Battery Electric Vehicle (BEV)
  4. Mesin berbahan bakar Hidrogen (Hydrogen Engine)

Semua dikembangkan dengan satu tujuan utama: mengurangi emisi tanpa mengorbankan karakteristik berkendara khas Yamaha  fun to ride.

Proto HEV: Skutik Hybrid Pertama Yamaha

Salah satu inovasi paling menarik adalah Yamaha Proto HEV, sebuah skuter konsep dengan sistem hibrida seri paralel  teknologi yang lazim di mobil, namun sangat jarang diterapkan pada sepeda motor.

Sistemnya menggabungkan mesin bakar internal dengan motor listrik yang terhubung melalui sabuk penggerak ke roda belakang. Pengendara dapat memilih tiga mode berkendara:

  • Full EV Mode: Motor bergerak sepenuhnya dengan tenaga listrik, memberikan pengalaman seperti motor listrik murni.
  • Hybrid Mode: Mesin bensin ikut aktif untuk membantu akselerasi sekaligus mengisi daya baterai.
  • Boost Mode: Menyediakan dorongan tenaga ekstra saat dibutuhkan.

Menariknya, Yamaha mengklaim konsumsi bahan bakarnya 35% lebih efisien dibandingkan motor konvensional di kelas yang sama.

Proto PHEV: Konsep Plug-in Hybrid ala Yamaha

Berikutnya ada Proto PHEV, konsep motor plug-in hybrid yang disebut-sebut memiliki platform mirip dengan MT-09. Meskipun detail spesifiknya belum diungkap, Yamaha menyebut motor ini dapat berjalan sepenuhnya dengan tenaga listrik hingga 48 km/jam, mirip dengan sistem pada mobil PHEV.

Sayangnya, Yamaha masih menutup rapat informasi terkait jangkauan tempuh total serta kombinasi tenaga listrik dan bensinnya, menambah rasa penasaran menjelang debut resminya di JMS 2025.

Yamaha YZX1000R: Mesin Hidrogen, Emisi Hampir Nol

Inovasi tak berhenti di sana. Yamaha juga memamerkan YZX1000R, kendaraan empat roda berperforma tinggi dengan mesin pembakaran internal berbahan bakar hidrogen (Hydrogen ICE).

Alih-alih menggunakan hidrogen sebagai sumber listrik seperti fuel-cell, sistem ini membakar hidrogen secara langsung di ruang bakar, menghasilkan tenaga besar dengan emisi karbon hampir nol. Teknologi ini menjadi jembatan penting bagi era transisi menuju energi bersih tanpa meninggalkan karakteristik mesin konvensional.

Prototipe BEV: Motor Listrik Murni Yamaha

Selain itu, Yamaha juga tengah menyiapkan prototipe BEV (Battery Electric Vehicle) yang masih dirahasiakan bentuknya. Namun dari siluet yang terungkap, model ini diperkirakan memiliki desain serupa R25, R7, atau R3, menandakan arah pengembangan sport bike listrik berperforma tinggi.

 

 

Tag

Terpopuler

Terkini