mobilinanews (Uni Emirat Arab) - Juara dunia F1 bertahan benar-benar rileks menghadapi partai puncak F1 di GP Abu Dhabi akhir pekan ini. Hanya akan menikmati balapan dan mencoba jadi pemenang, selanjutnya pasrah pada hasil akhir.
Joki tim Red Bull Racing itu mengaku tak ada persiapan serius ke Abu Dhabi. Ia lebih menikmati keseharian dengan bayi perempuannya di Monaco. Ia juga tak keberatan kalau ayahnya, Jos Verstappen, i lebih memilih pergi ke Afrika dan ibunya, Sophie, lebih suka main dengan anjinhnya do rumah, ketimbang pergi ke Abu Dhabi mendukung sang putra.
"Semuanya terjadi tanpa rencana. Jangankan mereka, saya pun tak menduga sampai di sini sebagai kandidat juara dunia," kata Verstappen yang pada akhir Agustus lalu tertinggal 104 poin atas Oscar Piastri dan saat ini balik unggul 4 poin tapi masih tertinggal 12 poin dengan pilot McLaren satunya, Lando Norris.
Karena itu ia merasa tak ada beban sama sekali memasuki partai final ini. Ia juga tak peduli apakah McLaren akan lakukan team order untuk menghadangnya.
"Wajar kalau mereka memainkan strategi itu. Bagaimananya saya tak tahu karena saya tidak bisa mengontrol isi kepala mereka. Yang pasti, saya hanya akan berusaha menikmati ketegangan dalam balapan ini."
"Saya harus akui performa mobil mereka lebih bagus. Sulit mengalahkan mereka di trek ini (Sirkuit Yas Marina), tapi saya akan berusaha keras seperti biasanya."
Ia juga sadar menjadi juara saja di Abu Dhabi tak akan cukup menyegel gelar 2025 jika Norris mencapai finish 3 Besar atau podium.
"Saya perlu pertolongan pembalap lain untuk mencegah Lando ke podium. Itu mungkin terjadi, mungkin juga tidak. Tapi, pada olahraga ini apa saja bisa terjadi tanpa diduga."
"Fokus saya adalah mencoba memenangkan balapan. Setelah itu kita lihat selebihnya. Jika meraih gelar maka itu adalah bonus. Jika tidak saya merasa nothing to lose, tak ada yang hilang," imbuhnya.
Jika sukses meraih gelar lagi, Verstappen akan menyamai rekor Michael Schumacher (Jerman) yang selama ini satu-satunya pembalap F1 yang bisa juara dunia lima kali beruntun dalam lima musim kompetisi. (r)