F1 2026: RB22 Meluncur dengan Mesin DM01, Era Baru Red Bull Ford Resmi Dimulai

Jum'at, 16/01/2026 15:31 WIB
bagas


Mobil RB22 Red Bull Racing F1 2026 (Foto: Ford)
Mobil RB22 Red Bull Racing F1 2026 (Foto: Ford)

Mobilinanews (AS) - Red Bull Racing resmi menyingkap penantang terbaru mereka untuk musim balap Formula 1 (F1) 2026, RB22, dalam sebuah acara megah yang menyatukan tradisi balap dengan masa depan teknologi otomotif di Detroit, Amerika Serikat (AS)

Kota Detroit dipilih bukan tanpa alasan, kota ini merupakan jantung dari raksasa otomotif Amerika, Ford, yang kini resmi menjadi mitra strategis Red Bull dalam memproduksi unit daya (Power Unit) pertama mereka secara mandiri.

Memamerkan corak atau livery terbaru yang memukau, RB22 kini tampil beda dengan kembalinya sentuhan akhir gloss yang legendaris, sebuah penghormatan visual pada debut perdana tim di grid F1 tahun 2005.

Mengusung warna dasar bertajuk "Heritage White", desain ini memberikan kedalaman warna yang lebih tajam, membuat logo matahari dan banteng ikonik Red Bull terlihat jauh lebih menonjol dan berani.

Di balik kemudi, susunan pembalap musim ini membawa dinamika baru. Juara dunia empat kali, Max Verstappen, akan didampingi oleh talenta muda berbakat, Isack Hadjar, yang dipromosikan dari tim junior Racing Bulls.

Menariknya, Verstappen memutuskan untuk beralih menggunakan nomor 3 yang sebelumnya identik dengan mantan rekan setimnya, Daniel Ricciardo. Sementara, Hadjar akan memulai debutnya di tim utama dengan tetap menggunakan nomor 6.

Ambisi besar ini dipimpin oleh Laurent Mekies, selaku Kepala Tim menggantikan Christian Horner sejak pertengahan musim lalu. Di bawah arahan teknis Pierre Wache, tim ini memikul beban untuk memproduksi mesin sendiri melalui proyek Red Bull Ford Powertrains.

Sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada pendiri Red Bull yang wafat pada 2022 lalu, mesin perdana buatan mereka secara resmi diberi nama DM01 yang merupakan inisial dari Dietrich Mateschitz.

Dalam kesempatan ini, Laurent Mekies menegaskan bahwa visi dan keberanian Mateschitz adalah alasan utama mengapa tim ini berani mengambil tantangan menjadi produsen mesin yang sepenuhnya independen.

"Ini adalah visinya, keberaniannya, dan semangat Red Bull itu sendiri. Dialah alasan mengapa kita semua bisa berada di sini hari ini,” ungkap Laurent Mekies mengutip siaran resmi F1, Jumat (16/1/2026).

“Beliau membuat keputusan luar biasa pada saat itu untuk membawa kami. Beliau tidak gentar dengan besarnya tantangan yang ada, dan hari ini kami memiliki kesempatan untuk memberikan penghormatan serta berharap dapat membuatnya bangga,” tambahnya.

Meskipun optimisme membumbung tinggi, Mekies tidak menutupi kenyataan pahit yang mungkin menanti. Ia mengakui bahwa membangun unit daya dari nol di tengah perubahan regulasi teknis terbesar dalam sejarah F1 menjadi hal yang rumit.

Namun, ia menegaskan bahwa Red Bull tidak naif. Meski memprediksi adanya kesulitan di awal untuk mengejar ketertinggalan dari kompetitor mapan, ia yakin bahwa orang-orang hebat di Milton Keynes akan membawa tim ini kembali ke puncak pada akhirnya.

"Kami tidak naif. Kami tahu bahwa akan ada banyak perjuangan, banyak sakit kepala, dan malam-malam tanpa tidur, tapi justru itulah alasan mengapa kami ada di sini. Kami memiliki kepercayaan diri karena telah menyatukan sekelompok orang yang luar biasa,” ucapnya.

"Kami akan keluar sebagai pemenang. Bersabarlah bersama kami di beberapa bulan pertama, dan saya rasa kesulitan awal ini akan menjadi pengingat yang baik tentang seberapa banyak hal yang kami lalui untuk akhirnya bisa berada di puncak,” tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Max Verstappen, yang menutup musim 2025 dengan performa luar biasa meski harus merelakan gelar juara dunia kepada Lando Norris dengan selisih hanya dua poin, mengaku sangat bersemangat menghadapi babak baru ini.

Menurutnya, meski dimensi mobil berubah dan teknologi mesin baru masih penuh tanda tanya, motivasi tim sedang berada di titik tertinggi. Fokus utama kini beralih ke sesi tes pramusim untuk mengoptimalkan paket RB22 sebelum balapan pembuka dimulai.

"Semuanya masih agak tidak menentu. Tentu saja ini adalah perubahan yang sangat besar pada mesin dan mobilnya, seperti yang bisa Anda lihat sendiri, dimensi mobilnya pun sedikit berubah,” ujar sang Juara Dunia empat kali tersebut

“Bagi kami para pembalap, awalnya akan butuh waktu untuk beradaptasi, itulah mengapa sangat penting bagi kami selama hari-hari pengujian untuk melahap banyak putaran agar bisa mengoptimalkan segalanya sebaik mungkin,” pungkasnya.

Kendati demikian, dengan semangat independensi dan dukungan penuh dari Ford, Red Bull siap bertarung untuk mengembalikan trofi juara konstruktor yang terakhir mereka raih pada tahun 2023 lalu.

Tag

Terpopuler

Terkini