mobilinanews (Austria) - Helmut Marko berpisah dengan Red Bull Racing (RBR) usai GP Abu Dhabi lalu. Isu beredar kalau ada tim yang memintanya kembali ke F1 dengan peran seperti di RBR.
Marko adalah salah satu sosok penting mulai dari berdirinya tim RBR sampai akhir musim 2025 lama 20 tahun. Ia menjabat sebagai Senior Advisor sekaligus mengomandani program pengembangan pembalap muda RBR.
Dari program itulah ia menemukan dan menempa talenta para deiver muda ke papan atas F1 macam Sebastien Vettel (4 gelar F1), Max Verstappen (4 gelar) dan Daniel Ricciardo. Pada musim ini joki muda yang tak lepas dari sentuhan Marko adalah Isack Hadjar (team mate Verstappen di RBR) dan pasangan Liam Lawson dan Arvid Lindblad di tim Racing Bulls.
Wajar kalau ada tim yang kepincut memakai jasanya. Madko yang sangat dekat dengan Verstappen (saking dekatnya konon ada klausul dalam kontrak kalau Verstappen akan keluar meski dalam masa kontrak jika Marko dipecat RBR) itu mengakui ada tawaran dari satu tim rival di F1. Tapi, ia tak lagi tertarik meski terus mengikuti perkembangan dan rutin berkomunikasi dengan Verstappen.
“Tidak mungkin saya kembali ke Formula 1 meaki ada permintaan dan percakapan yang sangat tidak jmenarik. Saya telah sukses di F1 bersama Red Bull dan. Tidak ada yang lain yang akan menggantikannya," tandas tokoh berusia 82 tahun itu kepada media Austria ORF.
Lantas bagaimana keseharian Marko yang merupakan sahabat karib pendiri Red Bull Dietrich Mateschitzt itu, di tengah kesibukan F1 menyambut musim kompetisi baru?
“Yang menyenangkan adalah saya tidak merasakan tekanan apa pun, jadi saya tidak terusik dengan pikiran seperti: ‘Bagaimana jika mesinnya tidak berfungsi, atau ada hal lain yang tidak beres dan sebagainya.Situasinya jauh lebih santai sekarang.” (r)