mobilinanews (Jakarta) – Kecelakaan yang menyebabkan Jetour T2 terbakar terjadi di ruas Tol Jagorawi KM 31 arah Jakarta, pada Minggu malam pukul 22.30, (1/2).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa kebakaran Jetour T2 terjadi setelah sebuah sedan BMW menyenggol T2. Mobil yang ada dalam kondisi kencang itu, kemudian tak terkendali dan menabrak pembatas jalan di bahu kiri jalan tol dan terbakar.
Kepala Induk Patroli Jalan Raya (PJR) Tol Jagorawi), Kompol Akhmad Jajuli, menjelaskan bahwa saat kedua mobil mengarah dari Bogor ke Jakarta, sedan BMW yang melaju di lajur dua mencoba menyalip melalui bahu kiri.
Manuver yang dilakukan sedan itu tak sempurna sehingga mengenggpl Jetour T2. Akhirnya mobil yang tertubruk menabrak guardrail, dan tak lama kemudian terbakar hebat.
“Kendaraan 1 (Jetour) berjalan di bahu kiri, kemudian datang kendaraan 2 (BMW) dari lajur dua hendak menyalip dari bahu kiri. Lanjut menabrak bagian kanan kendaraan 1 yang mengakibatkan kendaraan 1 terpental ke kiri, menabrak guardrail, lalu terbakar,” jelas Kompol Akhmad Jajuli.
Pasca kebakaran Jetour T2, Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor mengerahkan satu unit mobil pemadam dari Sektor Bogorindo untuk memadamkan api. Prosesnya pemadamannya berlangsung sekitar 30 menit.
Menanggapi insiden tersebut, PT Jetour Sales Indonesia menyatakan telah mengetahui informasi itu dan masih menunggu investigasi.
President Director PT Jetour Sales Indonesia, Peter Zhang mengatakan bahwa Jetour Indonesia mengetahui adanya informasi yang beredar terkait insiden kendaraan yang terjadi di salah satu ruas jalan tol pada malam hari, 1 Februari 2026.
“Hingga saat ini, penyebab teknis dan kronologi lengkap kejadian masih dalam proses investigasi lebih lanjut,” ujar Peter Zhang dalam pernyataan tertulisnya, Senin (2/2).
Kini, Jetour Indonesia masih mendalami penyebab kebakaran itu dan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan seluruh informasi yang diperoleh bersifat lengkap dan terverifikasi.
“Perusahaan mendukung sepenuhnya proses investigasi yang sedang berjalan dan akan mengambil langkah tindak lanjut yang diperlukan sesuai dengan standar dan prosedur global setelah hasil resmi tersedia,” tukasnya.
Pihak Jetour Indonesia mengimbau agar masyarakat memberikan ruang bagi proses investigasi dan tidak berspekulasi. Untuk itu, bersama pihak berwenang akan memberikan diverifikasi sehingga informasinya lebih holistik.