mobilinanews (Jakarta) – Xiaomi sempat mengguncang dunia otomotif saat meluncurkan SU7 Ultra. Bukan sekadar mobil listrik biasa, varian ini diposisikan sebagai "monster" jalanan yang membuktikan bahwa Xiaomi bukan lagi sekadar produsen ponsel pintar, melainkan pemain serius di liga performa tinggi.
Namun, memasuki awal 2026, data menunjukkan realitas yang pahit. Antusiasme awal yang meluap-luap kini berganti menjadi grafik penjualan yang mendingin secara drastis. Berikut adalah bedah situasi di balik merosotnya angka penjualan sang speedster listrik tersebut.
1. Antiklimaks di Akhir Tahun 2025
Awal tahun 2025 sebenarnya adalah masa bulan madu bagi Xiaomi. SU7 Ultra mencatatkan angka yang solid bagi pendatang baru di segmen high-performance:
Maret 2025: Puncak kejayaan dengan penjualan menembus 3.000 unit.
Kuartal I - Pertengahan 2025: Konsisten di angka 2.000–3.000 unit per bulan.
Namun, memasuki September, badai mulai datang. Penjualan merosot hingga ke angka ratusan, dan puncaknya pada Desember 2025, Xiaomi hanya mampu mengirimkan 45 unit. Penurunan ini menjadi sinyal kuat bahwa hype pemasaran mulai kalah telak oleh dinamika pasar yang sebenarnya.
2. Benturan Antara Performa Ekstrem vs Kebutuhan Riil
Mengapa konsumen mulai berpaling? Analisis industri menunjuk pada dua faktor krusial:
Pasar yang Terlalu Niche: SU7 Ultra adalah mobil bagi mereka yang memuja akselerasi dan kecepatan. Namun, mayoritas pembeli EV di China kini lebih pragmatis. Mereka lebih mencari kenyamanan SUV atau model keluarga fungsional daripada mobil yang bisa melesat dari 0-100 km/jam dalam hitungan detik namun kurang nyaman untuk belanja bulanan.
Ujian Reputasi di Dunia Digital: Seiring bertambahnya unit di jalan, ulasan dari pengguna asli mulai bermunculan. Beberapa isu teknis ringan dan perdebatan di forum online mengenai klaim performa yang dianggap "terlalu muluk" mulai mengikis kepercayaan calon pembeli. Di era informasi ini, satu ulasan buruk bisa lebih berdampak daripada seribu iklan keren.
3. Xiaomi Auto: Kalah di Satu Lini, Menang di Lini Lain
Meski angka SU7 Ultra mengkhawatirkan, bukan berarti divisi otomotif Xiaomi sedang di ujung tanduk. Menariknya, Xiaomi justru menunjukkan ketangguhan melalui model lain:
SU7 Standar & YU7 SUV: Kedua model ini tetap menjadi primadona dan penopang volume penjualan perusahaan.
Diversifikasi Produk: Strategi Xiaomi menghadirkan SUV (YU7) terbukti tepat karena berhasil menangkap pergeseran minat konsumen yang mencari utilitas tanpa meninggalkan gaya modern Xiaomi.