F1 2026 Tes Bahrain: Mercedes Pesta Finish P1 dan 2. Ferrari Penantang Sementara

Jum'at, 13/02/2026 23:59 WIB | Rulin purba
Mercedes W17, paling kencang Jepang musim balap 2026. (Foto: f1)
Mercedes W17, paling kencang Jepang musim balap 2026. (Foto: f1)

mòilinanews (Bahrain) - Tes pra musim pertama 2026 sudah selesai. Ditutup tim Mercedes dengan posisi tercepat 1 dan 2 lewat George Russell dan Andrea Kimi Antonelli.

Kejutan beruntun terjadi pada hari terakhir tes pertama Bahrain, Jumat (13/2). Setelah kejutan Russell di sesi pagi, giliran Kimi yang bikin torehan waktu terbaik pada sesi sore. Ia torehkan catatan waktu tercepat 1 menit 33,669 detik atau lebih cepat 0,249 detik dari best time Russell.

Itu artinya Mercedes tercepat sepanjang tiga hari tes. Mengalahkan Lewis Hamilton (Ferrari) yang tercepat di shakedown tes Barcelona lalu.

Kali ini Hamilton berada di peringkat 3 terbaik dengan gap 0,540 detik dari Antonelli. Tapi, juara dunia F1 7 kali itu pulang dengan kepala tegak. SF26 besutan Ferrari pada musim 2026 ini setidaknya sudah punya basis yang menyenangkan buat dirinya.

"Mudah dikendarai dan pada beberapa poin sesuai dengan harapan saya," kata Hamilton. 

Meski kalah di hari terakhir,  tes ini terbilang positif buat Ferrari karena Charles Leclerc juga tampil impresif baik dalam perburuan waktu maupun daya tahan mesin saat diajak bermain dalam lap panjang.

Tapi, itu baru tes resmi perdana. Tes kedua sekaligus tes terakhir menjelang kompetisi regular berlangsung di tempat sama pada 18-20 Februari. Dipastikan pada tes ini semua tim akan bawa pengembangan teknis berbeda dengan yang pertama.

The Big Four macam Mercedes, Ferrari, Red Bull Racing dan McLaren diprediksi masih akan saling serang catatan waktu sebagaimana terjadi pada tes pertama ini.

Keempat tim elit itu setidaknya sudah memiliki basis kuat untuk dibawa ke tes 2 Bahrain pekan depan.

Leclerc yang sebelumnya tercepat sebelum dilewati oleh Russell dan hari ini juga oleh Antonelli dan Hamilton justru memberi perhatian khusus pada Red Bull. Kesan pertama adalah Red Bull sudah terbukti tak punya hambatan teknis apa pun dengan mesin produksi yang baru tahun ini didesain dan dibangun sendiri dengan bantuan pabrikan Ford.

"Mereka tampil impresif. Saya pikir mereka yang harus diperhitungkan karena saya pikir mereka masih menyembunyikan sesuatu. Tapi  waktu yang akan membuktikan itu  kita lihat saja," katanya.

Keempat tim elit itu setidaknya sudah punya basis kuat untuk diuji lagi pada tes Bshraoan kedua pekan depan,  uji terakhir sebelum dibawa berlaga resmi pada race perdana 2026 di GP Australi, 8 Maret.

Sebaliknya buat tim medioker. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.Aston Martin  dengan faktor Adrian Newey dan Honda,  misalnya, akan bekerja keras sebelum tes berikutnya. JAngan dulu perburuan waktu, untuk jarak tempuh mobil saja sangat terbatas. mereka hanya berhasil menyelesaikan total  206 lap selama tiga hari. Bandingkan dengan tim papan atas yang menyentuh 400 sampai 500-an lap dengan dua pembalap.

Yang harus berbenah paling banyak adalah tim baru Cadillac. Meski dipacu dua pembalap senior, Sergio Perez dan Valtteri Bottas, masih kalah kisaran 4 detik dari 4 tim papan atas. (r)