Bagger World Cup 2026: Latihan di Mandalika, Dimas Ekky dan Oscar Gutierrez Siap Bertarung di Austin

Senin, 16/02/2026 15:15 WIB
bagas


Dimas Ekky Pratama (Foto: MGPA)
Dimas Ekky Pratama (Foto: MGPA)

Mobilinanews (Lombok) - Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika menjadi saksi bisu lahirnya sejarah baru bagi dunia balap tanah air. Niti Racing Team resmi memulai langkah ambisinya menuju kejuaraan bergengsi FIM Harley-Davidson Bagger World Cup 2026.

Dua pembalap andalan tim, Dimas Ekky Pratama dari Indonesia dan pembalap asal Spanyol, Oscar Gutierrez, turun langsung menjajal motor ikonik Harley-Davidson yang akan menjadi senjata utama mereka di panggung dunia.

Uji coba di sirkuit kebanggaan Indonesia ini bukan sekadar sesi latihan biasa. Bagi Niti Racing, momen ini adalah fondasi krusial untuk membangun adaptasi dan memperkuat chemistry tim sebelum bertolak ke Austin, Amerika Serikat, untuk melakoni seri pembuka.

Musim perdana kejuaraan ini dipastikan akan sangat kompetitif, dengan total 12 balapan yang tersebar di enam sirkuit legendaris mulai dari Circuit of The Americas (COTA), Mugello, Assen, Silverstone, MotorLand Aragon, hingga Red Bull Ring.

Bagi Dimas Ekky Pratama, yang sempat mengenyam pengalaman di kelas Moto2 pada periode 2017-2021, menunggangi Harley-Davidson Bagger adalah sebuah lompatan karir yang menantang.

Menyadari bahwa motor spesifikasi kejuaraan dunia belum tersedia di Indonesia, Dimas fokus memahami karakter dasar mesin meski unit yang ia gunakan di Mandalika masih mendekati versi touring.

“Alhamdulillah saya mendapat kesempatan dari Niti Racing Team untuk tampil di FIM Harley-Davidson Bagger World Cup 2026. Harapannya saya bisa cepat beradaptasi karena motor spek World Cup belum ada di Indonesia,” ujarnya mengutip MGPA, Senin (16/2/2026).

“Di Sirkuit Mandalika kita baru bisa merasakan karakter mesinnya seperti apa. Untuk cornering belum bisa maksimal karena ini bukan simulasi balap penuh, tapi ada beberapa hal positif yang bisa kita ambil,” ungkap Dimas penuh optimisme.

Selain mempelajari ergonomi motor, Dimas menitikberatkan latihan pada teknik start dan kesiapan fisik. Mengingat durasi balap Bagger World Cup cenderung singkat namun intens, ia berencana mengubah metode latihannya menjadi interval training yang lebih eksplosif.

Di sisi lain, rekan setimnya, Oscar Gutierrez, mengaku terpesona dengan kunjungannya yang pertama kali ke Lombok. Pembalap yang memiliki catatan gemilang di MotoE ini menilai karakter Mandalika cocok untuk menguji batas kemampuan motor Bagger.

“Ini pertama kalinya saya berada di Pertamina Mandalika International Circuit dan saya sangat menikmatinya. Sirkuit ini sangat indah. Sirkuit ini punya banyak tikungan cepat dan juga tikungan lambat, itu membuatnya sangat menyenangkan untuk dikendarai,” ujar Oscar.

Gutierrez juga memuji profesionalisme pengelola sirkuit, terutama dalam menangani kondisi cuaca yang berubah-ubah. Menurutnya, sistem digital flag yang modern di Mandalika sangat membantu pembalap untuk tetap waspada meski hujan mengguyur lintasan.

Ambisi Niti Racing tidak main-main. Angela Khuu, selaku Principal Niti Racing, menegaskan bahwa timnya mengusung misi besar sebagai tim pertama asal Indonesia yang bertarung di ajang global tersebut.

Ia percaya bahwa dengan regulasi motor yang seragam dan sepasang rider berpengalaman, peluang untuk meraih podium sangat terbuka lebar bagi siapa saja yang memiliki kesiapan mental dan kerja sama tim yang solid.

“Kami berada di FIM Harley-Davidson Bagger World Cup 2026 sebagai tim pertama Indonesia di panggung global. Semua peserta menggunakan motor yang sama, sehingga peluangnya setara. Hal pertama adalah membangun tim yang kuat,” terangnya.

Banyak pekerjaan besar datang dari manusianya, bukan hanya dari sisi teknis. Kami datang bukan hanya untuk berpartisipasi, tetapi untuk bertarung dan menang,” tegas Angela dengan penuh keyakinan.

Meski pengujian motor spesifikasi balap sesungguhnya baru akan dilakukan mendekati jadwal seri Austin, Niti Racing telah bergerak cepat dengan mengumpulkan data teknis dari kompetisi MotoAmerica Bagger sebagai referensi.

Sinergi antara talenta lokal seperti Dimas Ekky dan pengalaman internasional Oscar Gutierrez diharapkan mampu membawa bendera Merah Putih berkibar di puncak tertinggi kompetisi motor kelas berat ini.

Tag

Terpopuler

Terkini