Mobilinanews (Australia) - Sirkuit Phillip Island, Australia, menjadi saksi bisu lahirnya sejarah baru bagi dunia balap motor Indonesia pada Minggu, 22 Februari 2026.
Aldi Satya Mahendra, pembalap muda berbakat binaan Yamaha Racing Indonesia, berhasil mengguncang panggung World Supersport (WorldSSP) dengan pencapaian yang nyaris mustahil, merangsek dari posisi start paling buncit hingga mengamankan podium kedua.
Drama dimulai sejak lampu hijau menyala pada Race 2. Mengawali balapan dari urutan ke-28 (posisi terakhir di grid), Aldi menunjukkan nyali yang luar biasa di atas Yamaha YZF-R9 miliknya.
Hanya dalam empat tikungan pertama pada lap pembuka, pemuda berusia 19 tahun asal Yogyakarta ini melakukan manuver agresif yang membawanya melesat ke barisan depan, bahkan sempat memimpin jalannya balapan.
Keberhasilan ini merupakan lompatan raksasa dibandingkan performanya pada Race 1 sehari sebelumnya. Meski sama-sama memulai dari grid belakang, pada Sabtu (21/02), Aldi hanya mampu menyentuh garis finis di posisi ke-13 dengan raihan 3 poin.

Namun, kepercayaan diri yang berlipat ganda dan strategi berani tim AS Racing dalam memilih ban slick di tengah kondisi gerimis terbukti menjadi kunci kemenangan moral bagi sang rider di hari kedua.
Aldi sendiri mengaku tak mampu membendung rasa haru atas pencapaiannya. Memasuki musim keduanya di kejuaraan dunia, ia tak menyangka mampu memberikan podium pertama bagi Indonesia di kelas World Supersport secepat ini.
Baginya, hasil ini bukan sekadar angka di papan skor, melainkan bahan bakar untuk membidik gelar juara race di seri-seri berikutnya sepanjang musim 2026, hingga mimpinya untuk kembali menyabet gelar juara dunia.
“Saya tidak bisa berkata-kata. Start paling belakang tidak mudah, tapi saya tetap berjuang agar bisa mendapatkan poin bahkan mampu naik podium,” ungkap Aldi Satya Mahendra kepada Mobilinanews.com, Selasa (24/2/2026).
“Saya tidak menyangka, baru menjalani seri pertama di musim ke-2, langsung meraih podium. Hasil ini mendorong saya untuk berusaha merebut juara race di musim 2026,” sambung rider berjuluk El’ Dablek tersebut.

Prestasi ini pun melampaui ekspektasi PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Wahyu Rusmayadi, Manager Motorsport YIMM, mengungkapkan bahwa target awal bagi Aldi sebenarnya hanyalah menembus posisi 10 besar.
Namun, realita di lintasan menunjukkan bahwa Aldi telah berkembang jauh lebih pesat. Saat ini, Aldi bertengger di peringkat 5 klasemen sementara dengan total 23 poin, sebuah posisi yang sangat kompetitif untuk memulai musim.
”Mengevaluasi perolehan tahun lalu, kami berharap dia masuk 10 besar hasil race di tahun ini. Ternyata prestasi hebat ditunjukkan Aldi Satya Mahendra jauh melampaui target yang memberikan momen historis bagi Indonesia,” terang Wahyu.
Kesuksesan Aldi tak lepas dari dukungan AS Racing Team, skuat asal Italia yang ia bela tahun ini. Berkolaborasi dengan rekan setimnya yang merupakan mantan juara dunia Moto3 2020, Albert Arenas, Aldi berada di lingkungan yang tepat untuk mengasah mental juara.
Arenas sendiri mendominasi Race 2 dengan keluar sebagai pemenang, sekaligus memimpin klasemen sementara dengan 38 poin. Dengan sinergi tim yang solid, Aldi Satya Mahendra kini turut menjadi ancaman nyata bagi para elit balap dunia.