mobilinanews (Italia) - Sejak awal musim 2026 pihak Ducati sudah sodorkan proposal kontrak baru untuk musim 3027 dan 2028. Tapi, hingga jelang GP Prancis akhir pekan ini belum juga ada kepastian.
Ketidakpastian itu memunculkan spekulasi potensi pensiun sang bintang pada akhir musim nanti. Terlebih karena Marquez pun beberapa kali menyebut masa depannya di MotoGP sangat bergantung pada apa yang ia rasakan terkait kondisi fisiknya.
Ia juga menyebut kalau Ducati ajukan kontrak baru untuk 2 tahun namun ia lebih suka perpanjangan model 1+1 yang artinya kontrak untuk 2027 dan lihat situasi untuk 2028.
Terkait hal itu pada akhirnya bos besar Ducati yang angkat bicara. Bukan lagi pemimpin sekelas Luigi Dall'Igna atau Davide Tardozzi yang bicara tapi langsung oleh CEO Ducati Corse Claudio Domenicali.
Bicara lewat media Italia GPone, ia menyebut tertundanya kontrak karena saat ini tengah berlangsung negoisasi penting antara para pabrikan MotoGP dengan pihak Liberty Media selaku pemegang hak komersial baru setelah mengambil alih Dorna Sports..
Nego itu, salah satunya adalah pembagian keuntungan kejuaraan kepada pihak pabrikan sebagaimana sudah lama berlangsung di arena balap F1 yang juga dikelola Liberty Media.
Dari sudut itu bisa dimaklumi kenapa harus tertunda karena Ducati harus tahu persis kisaran keuntungan finansial per tahun agar tak lebih besar pasak daripada tiang. Marquez memang bilang kalau uang bukan lagi hal utama untuknya, tapi bagi manajer dan tim menejemennya tentu sebaliknya, terlebih karena Marquez adalah pemegang gelar juara dunia.
"Negoisasi dengan pemegang hak komersial masih berlangsung. Ini jelas memperlambat komunikasi dan berdampak pada keputusan 2027," ucap Domenicali.
Ia menambahkan proposal perpanjangan kontrak Marquez sudah pada tahap hampir selesai. Dengan kata lain memang belum terjadi kesepakatan.
"Tinggal finalisasi detil beberapa hal lagi. Saya kira pengumuman resmi akan segera datang," imbuhnya.
Ia tak menjabarkan detil soal apa saja yang belum tuntas. Tapi, diyakini kalau salah satu yang krusial adalah permintaan Marquez untuk perpanjangan setahun saja sembari melihat kondisi fisiknya karena ia sekarang punya prinsip bawa kesehatannya adalah segalanya. Lebih penting dari perburuan rekor 8 gelar juara MotoGP.
Secara tersirat Domenicali tampaknya memahami situasi itu. Tahun ini misalnya, Marquez belum sekalipun memenangkan balapan dan terpuruk di klasemen sementara dengan defisit 44 poin dari Marco Bezzecchi (Aprilia) di puncak klasemen. Marquez berdalih itu semua karena kondisinya sendiri, bukan karena masalah motor.
"Ya, untuk mengendarai motor MotoGP pada level yang dibutuhkan menjadi pemenang maka kondisi Anda harus 101%. Tak cukup hanya 98%," tegas Domenicali.
Bahu Marquez kembali cidera pada GP Indonesia di Mandalika, Oktober silam. Itu membuatnya menepi dari sirkuit sekitar 4 bulan dan sampai saat ini merasa belum pulih 100%. (r)