mobilinanews (Jakarta) – Industri otomotif global kembali diguncang oleh gebrakan inovasi terbaru. Melalui sub-merek premiumnya, Fang Cheng Bao, raksasa EV BYD resmi memperkenalkan mahakarya konsep supercar listrik terbarunya, Formula X, dalam ajang bergengsi Beijing Auto Show 2026.
Kehadiran konsep ini bukan sekadar pamer estetika, melainkan sebuah pernyataan perang terbuka terhadap dominasi nama-nama besar seperti Ferrari, Tesla, dan Porsche di segmen kendaraan listrik berperforma tinggi (high-performance EV).
Secara visual, Formula X memisahkan diri dari pakem desain mobil sport konvensional. Mengusung filosofi “biological evolution”, guratan bodi supercar ini memadukan estetika organik yang dinamis dengan fungsi aerodinamika mutakhir.
Fengbao Eye: Sektor fascia depan didominasi oleh desain lampu ikonik yang memberi karakter tajam dan intimidatif.
Infinity Ring: Bagian buritan mengadopsi konfigurasi lampu melingkar tanpa batas, mempertegas kesan agresif sekaligus futuristik saat melesat di malam hari.
Di balik kulitnya yang eksotis, Formula X dibangun di atas arsitektur eksperimental khusus bernama FORM. Platform modular ini dirancang sebagai laboratorium berjalan untuk menguji coba teknologi penggerak dan kecerdasan buatan masa depan sebelum diaplikasikan ke lini produksi massal.
[ ARCHITECTURE: FORM ]
│
┌────────────────────┴────────────────────┐
▼ ▼
[ Design: Fengbao Eye ] [ Tech: DiSus-X Suspension ]
[ Rear: Infinity Ring ] [ Aerodynamics: Active Aero ]
Langkah Fang Cheng Bao meluncurkan Formula X menandai pivot strategis yang krusial. Sub-merek yang awalnya dikenal lewat lini SUV tangguh dan sedan mewah ini, kini mulai mengepakkan sayapnya ke ceruk pasar ultra-luxury.
Tidak sendirian, dalam ajang yang sama BYD juga memamerkan Denza Z, sebuah model yang diproyeksikan memimpin penetrasi pasar internasional, khususnya untuk menembus standar tinggi konsumen di kawasan Eropa. Strategi multi-brand ini menunjukkan kematangan korporasi dalam memetakan psikografi konsumen dari kelas harian hingga kolektor mobil performa.
Bagi antusias otomotif di tanah air, agresivitas BYD memberikan dinamika pasar yang sangat menarik. Portofolio mereka di Indonesia kini telah mencakup spektrum konsumen yang sangat luas:
| Segmen Pasar | Model Kendaraan | Karakteristik & Posisi Pasar |
| Entry-Level / Urban | BYD Atto 1 | Efisien, lincah, rentang harga sangat terjangkau untuk komuter harian. |
| Mid-Tier | BYD Dolphin | Keseimbangan antara akomodasi, fitur modern, dan fungsionalitas. |
| Premium MPV | Denza D9 | Kemewahan kelas atas, kenyamanan kabin maksimal, ditujukan untuk eksekutif. |
| Ultra Performance | Yangwang U9 | Hypercar dengan tenaga monster, akselerasi brutal, dan harga miliaran rupiah. |
Daya tarik lini performa tinggi BYD—seperti yang telah diimplementasikan pada Yangwang U9 dan nantinya Formula X—terletak pada integrasi teknologi sasis digital.
Salah satu fitur paling radikal adalah Sistem Suspensi DiSus-X. Teknologi ini mampu mengontrol gerakan bodi mobil secara independen pada tingkat milidetik, mengeliminasi gejala body roll ekstrem, bahkan memungkinkan mobil tetap stabil dalam kecepatan tinggi meski kehilangan satu roda. Dikombinasikan dengan pintu gullwing, aerodinamika aktif, dan sistem pencahayaan LED matrix, kendaraan ini menawarkan value-for-money yang sulit ditandingi oleh kompetitor Eropa di kelas harga yang setara.
Kehadiran Formula X dan Yangwang U9 adalah bukti empiris bahwa pabrikan Asia tidak lagi sekadar menjadi pengikut tren (follower), melainkan penentu arah (trendsetter) di kelas tertinggi otomotif.
Bagi pasar Indonesia, kondisi ini menguntungkan konsumen dewasa yang melek teknologi. Pilihan kini tidak lagi terbatas pada opsi konvensional yang monoton. Konsumen disuguhkan opsi mobilitas masa depan: mulai dari kendaraan harian yang efisien hingga mesin performa tinggi miliaran rupiah yang siap memacu adrenalin di sirkuit.