mobilinanews (Jakarta) – Bagi Anda yang menganggap motor satu silinder hanya cocok untuk komuter harian yang membosankan, bersiaplah untuk mencabut kata-kata tersebut. Ducati baru saja merilis Hypermotard 698 Mono Nera (Edisi 2026).
Bukan sekadar ganti baju, edisi spesial ini tampil dengan aura "siluman" yang gelap, misterius, sekaligus agresif. Ini adalah definisi nyata ketika estetika radikal bertemu dengan kebrutalan performa khas Borgo Panigale.
Jika versi standarnya kental dengan warna merah khas Ducati yang mencolok, edisi Mono Nera ini justru memancarkan daya tarik lewat keheningan warna matte black di sekujur bodinya.
Premium Material: Bukan plastik murahan, detail finishing-nya dipertegas oleh sentuhan serat karbon berkualitas tinggi dan komponen aluminium anodized.
Fascia Agresif: Lampu depan LED yang tajam memberikan tatapan intimidatif saat spion Anda menangkap kehadirannya di jalanan.
Sentuhan Kontras: Jok single seat berdesain ergonomis diberi sedikit aksen garis merah tipis—sebuah penanda kecil bahwa di balik tubuh gelapnya, tetap mengalir darah balap Ducati.
Di balik rangkanya yang ringkas, tertanam mesin Superquadro Mono 659 cc. Mesin ini bukan mesin sembarangan, melainkan turunan langsung dari teknologi superbike legendaris Ducati Panigale.
Tenaga Brutal: Muntahan tenaga maksimumnya menyentuh 77,5 hp pada 9.750 rpm. Angka ini resmi menobatkan Mono Nera sebagai motor satu silinder pabrikan paling bertenaga di planet bumi saat ini.
Bobot Ringan, Akselerasi Instan: Dengan torsi puncak 63 Nm dan bobot kering yang hanya 151 kg, power-to-weight ratio motor ini sangat menjanjikan. Sekali pelintir gas, roda depan dipastikan bakal sangat mudah "terbang" (wheelie), menyajikan sensasi supermoto murni yang menjambak.
Suara Parau: Menggunakan konfigurasi knalpot underseat ganda, suara dentuman satu silinder berkarakter high-revving ini dipastikan akan membalikkan setiap kepala di jalanan yang Anda lalui.
Tenaga besar tanpa kontrol mutakhir adalah bencana. Oleh karena itu, Ducati menjejali motor ini dengan paket elektronik yang biasanya hanya Anda temukan di motor superbike kelas liter:
Ride-by-Wire & Riding Modes: Pilih mode Sport saat Anda ingin memacu adrenalin, Road untuk cruising santai di akhir pekan, atau Wet ketika aspal mulai basah dan licin.
Quickshifter Up & Down: Oper gigi tanpa kopling secara instan, membuat akselerasi tetap padat tanpa kehilangan momentum.
Safety Level Dewa: Cornering ABS dan Traction Control siap menjaga Anda tetap aman meski sedang menikung ekstrem (sliding) khas gaya supermoto.
Kokpit Modern: Layar TFT 4,3 inci yang sudah mendukung Ducati Multimedia System, memungkinkan navigasi, musik, dan panggilan telepon terintegrasi langsung ke intercom helm Anda.
Di kelas supermoto premium berkapasitas besar, Ducati langsung berhadapan dengan penguasa lama asal Austria dan Swedia. Mari kita bedah angkanya secara objektif:
| Model | Tenaga (hp) | Bobot Kering (kg) | Estimasi Harga | Karakter |
| Ducati Hypermotard 698 Mono Nera | 77,5 hp | 151 kg | ± Rp 230 Juta (Off-the-road) | Eksklusif, Teknologi Hi-Tech, Tampilan Bengis |
| KTM 690 SMC R | 74 hp | 147 kg | ± Rp 210 Juta | Ready to Race, Raw, Legenda Supermoto |
| Husqvarna 701 Supermoto | 72 hp | 145 kg | ± Rp 215 Juta | Minimalis, Ringan, Karakter Anti-Mainstream |
Catatan Analisis: Meskipun KTM dan Husqvarna sedikit lebih ringan beberapa kilogram, Ducati unggul telak dalam urusan performa murni (surplus hingga 5,5 hp) dan paket fitur elektronik yang jauh lebih kekinian.
Ducati Hypermotard 698 Mono Nera bukan sekadar alat transportasi untuk titik A ke titik B. Motor yang diproduksi secara terbatas ini adalah sebuah penegasan gaya hidup dan statement bagi pria mapan yang tahu cara menikmati hidup.