mobilinanews (Jakarta) - Bagi Anda yang besar di era 2000-an, lanskap industri roda dua tanah air pasti meninggalkan banyak cerita unik. Pasar kita tidak hanya didominasi oleh pabrikan raksasa Jepang, tetapi juga sempat diwarnai oleh fenomena serbuan motor non-Jepang dengan desain-desainnya yang kerap memicu dahi berkerut.
Salah satu anomali desain yang paling membekas—dan mungkin pernah membuat Anda terheran-heran di jalanan—adalah sebuah motor yang dari depan tampak sangat identik dengan Honda Vario generasi pertama, namun struktur tengah ke belakangnya adalah sebuah motor bebek tulen.
Bukan hasil modifikasi cutsom yang ekstrem, motor ini adalah produk massal resmi bernama Premio, besutan dari APPKTM.
Bicara soal APPKTM, ingatan kita kolektif pasti langsung terlempar pada era keemasan mereka di awal milenium baru, lengkap dengan jargon iklan ikonik yang digawangi oleh sang ratu ngebor, Inul Daratista. Strategi pasar mereka kala itu memang cukup berani, salah satunya adalah mengadopsi garis desain yang sudah akrab dan populer di mata konsumen Indonesia.
Pada kasus APPKTM Premio, pendekatan "replikasi" ini terlihat sangat totalitas pada sektor fascia depan:
Kemiripan Mutlak: Mulai dari batok setang, siluet panel instrumen, bodi depan, bentuk lampu utama, hingga posisi lampu sein dan sayap samping seolah langsung memindahkan cetakan dari skutik Vario karbu yang legendaris itu. Bahkan detail kecil seperti rumah kunci pun dibuat serupa.
Sentuhan Bebek Modis: Karena sejatinya ini adalah motor bebek (moped), area tengah tidak memiliki dek rata ala matic. Ruang tersebut digantikan oleh sasis tulangan yang ditutup bodi plastik, lengkap dengan pedal rem kaki di sisi kanan dan tuas transmisi di sisi kiri.
Menariknya, estetika gado-gado ini berlanjut hingga ke belakang. Footstep penumpang belakang masih mempertahankan bahasa desain Vario, sementara kaki-kakinya menggunakan pelek cast wheel 17 inci dengan desain palang yang menyerupai versi mini dari skutik Honda tersebut. Namun untuk urusan suspensi, Premio dibekali shockbreaker ganda layaknya motor bebek konvensional.
Dibalik tampilannya yang menipu mata, APPKTM Premio mengandalkan konfigurasi mesin "tidur" yang sangat familiar di kelas moped ekonomis:
| Sektor | Spesifikasi APPKTM Premio |
| Tipe Mesin | SOHC, 97,1 cc, Pendingin Udara |
| Sistem Bahan Bakar | Karburator |
| Transmisi | Semi-Otomatis 4-Percepatan |
| Output (Tenga/Torsi) | Tidak dipublikasikan secara detail |
Karakteristik mesin ini mengutamakan fungsionalitas dan kemudahan perawatan, tipikal mesin motor bebek yang tangguh untuk kebutuhan operasional harian tanpa tuntutan performa yang muluk-muluk.
Berdasarkan catatan perkembangannya, APPKTM Premio ini terakhir kali menghiasi lini produk resmi pabrikan pada tahun 2021 silam. Saat ini, unit barunya sudah tidak lagi diproduksi. APPKTM sendiri, bersama HTM, kini telah mengalihkan fokus bisnis mereka secara penuh untuk menggarap pasar kendaraan roda tiga komersial yang dinilai lebih potensial.
Keberadaan motor seperti APPKTM Premio mungkin kini hanya menjadi bagian dari obrolan santai kedai kopi atau memorabilia masa lalu. Namun, kehadirannya tetap menjadi bukti sejarah betapa dinamis, kreatif, dan kadang jenakanya persaingan industri otomotif roda dua di Indonesia.
Apakah Anda termasuk salah satu orang yang beruntung pernah melihat atau bahkan sempat memilikinya?