F1 2026: Menanti Rivalitas Lewis Hamilton vs Kimi Antonelli di Paroh Kedua Kompetisi. Beda Gereget

Kamis, 30/07/2026 17:38 WIB
Rulin purba


Lewis Hailton (Ferrari) dan Kimi Antonelli. (Foto: f1)
Lewis Hailton (Ferrari) dan Kimi Antonelli. (Foto: f1)

mobilinanews (Inggris) - Baru separuh jalan musim balap F1 2026. Di paruh kedua,  akan sungguh menarik menanti rivalitas dua driver beda generasi dalam perebutan gelar tahun ini. Yakni Lewis Hamilton (Ferrari, 41 tahun) dan Kimi Antonelli (Mercedes, 18 tahun).

Kimi adalah pembalap.muda Italia yang musim ini mengguncang balntika F1 dengan serangkaian kemenangan. Yang diperoleh dengan skill mumpuni, agresif dalam melakukan serangan dan sukses menekuk driver seniornya di Mercedes, George Russell. 

Di pihak lain, Hamilton sudah menemukan irama mainnya di atas SF26 setelah pengembangan teknologi beruntun yang diberikan Ferrari dan sesuai dengan masukannya.

Kalau tadinya Kimi dan Russell bersaing di posisi 1-2 klasemen,  kini Hamilton sukses memecahnya dengan menggusur Russell ke posisi ketiga. Hamilton kini berada di posisi kedua dengan total poin 169. Masih kalah 50 poin dengan Kimi dan unggul 9 poin atas Russell. 

Dengan pengalaman hampir 20 tahun tanpa jeda di F1, Hamilton pun dengan yakin memproklamirkan diri sebagai penantang perebutan gelar tahun ini. Ia sudah janjikan perjuangan maksimal untuk meraih gelar F1 kali kedelapan untuk penggemarnya.

"Para insinyur Ferrari sudah dan akan terus bekerja keras. Kami sudah berada di jalur yang benar, menuju arah yang benar," tegasnya.

Jika gelar tahun ini didapat maka itu gelar pertama Ferrai sejak 2007 dan akan menjadi rekor baru Hamilton sebagai pemegang rekor 8 gelar juara dunia F1. Saat ini ia memegang rekor 7 gelar bersama legenda Maìchael Schumacher.

Keyakinan itu dilandasi konsistensi penampilan dalam 7 putaran terbaru F1 tahun ini. Dimulai dari GP Kanada pada 24 Mei lalu. Ia finish podium P2, podium keduanya musim ini setelah P3 di GP China (15 Maret.

Setelah itu dalam enam seri beruntun performanya konsisten di zona 5 Besar. Masing-masing P2 di Monaco, kemenangan perdana bersama Ferrari (P1 di Barcelona), selanjutnya P5, 3, 4 dan 5 di Inggris, Belgia dan Hungaria. Di Hungaria ia gagal cetak podium karena grid penalty mundur dari P2 ke P5 dan penalti 5 detik saat balapan.

Dari 11 balapan tahun ini, Hamilton selalu mencapai finish dan selalu meraih hasil poin di grup 6 Besar. Masih ada 11 atau 12 seri di depan untuk mengejar selisih 50 poin tadi. Jika Ferrari berhasil mengembangkan sedikit lagi saja performa SF26 maka rivalitas kedua pembalap beda generasi ini akan menarik untuk dinanti fans F1.

Dengan pengalaman panjang dan reputasinya, Hamilton sudah bisa meraba peluangnya tahun ini dengan mengkombinasikan progres SF26 di paroh kedua kompetisi dengan peta persaingan pembalap di baris depan.

 "Menurut saya, kami akan lebih kuat di paroh kedua. Biasanya, paruh kedua adalah periode yang lebih kuat bagi saya."

Tentu saja ia tak hanya mengandalkan pengembangan mobil yang dilakukan Ferrari. Ia juga harus maksimal persiapkan diri, mengabaikan status sebagai pemegang 7 gelar.

"Seperti yang saya katakan sebelumnya, saya benar-benar akan memanfaatkan waktu libur (paroh musim) ini untuk mengatur ulang diri dan berusaha untuk kembali, yakni kembali dengan kondisi yang lebih kuat, lebih bugar, dan lebih siap secara mental," tandasnya.

Menariknya, skuad Mercedes pun sudah mengantisipasi ancaman Hamilton yang meraih 6 gelarnya bersama Mercedes itu. Sudah ada indikasi bos Mercedes Toto Wolff untuk menerapkan team order jika Kimi semakin jauh meninggalkan poin Russell. Wajar karena Wolff paham betul siapa Hamilton, bagaimana ia berkerja dan apa yang bisa ia lakukan.

"Saya tak akan membiarkan Kimi dan George bersaing brutal seperti Hamilton dan Nico Rosberg pada 2016. Tak akan ada lagi kejadian itu dalam tim kami, tak akan pernah saya biarkan," tandas Wolff.

Sepertinya itu sinyal kalau grehet kompetisi F1 selanjutnya akan berbeda. (*)

 

Tag

Terpopuler

Terkini