F1 2026 Spanyol: Jadi Pendamping Max Verstappen, Liam Lawson Harus Beri Bukti Layak Bertahan di Grid Formula 1

Selasa, 08/09/2026 23:48 WIB
Rulin purba


Liam Lawson (Racing Bulls/Red Bull Racing). (Foto: givemesport)
Liam Lawson (Racing Bulls/Red Bull Racing). (Foto: givemesport)

mobilinanews (Spanyol) - Tak buruk laju Liam Lawson bersama tim Racing Bulls tahun ini. Dari 11 race awal musim ini ia finis di zona poin sebanyak 9 kali. Tapi, itu tak menjaminnya tetap di grid F1 tahun depan.

Driver asal Selandia Baru itu habis kontrak di Racing Bulls akhir tahun ini. Isu berkembang kalau posisinya terancam. Sumber media di negaranya, New Zealand Herald, mengabarkan kalau bos tim Racing Bulls Alan Permane kini terpikat pada jagoan muda Nikola Tsolov yang sedang mengkilap di ranah balap F2.

Pembalap Bulgaria ini disebut Permane adalah bakat muda berikutnya yang siap promosi ke F1. Permane memang tidak menyinggung kontrak Lawson tapi sejauh ini masa depannya di Racing Bulls sangat tak jelas. 

Lawson sendiri mengakui hal itu.

"Pembicaraan semacam itu selalu berlangsung terus-menerus. Namun, terkait kejelasan mengenai hal tersebut tidak dan belum ada," katanya.

Meski begitu, Lawson yang pernah jadi team.mate Max Verstappen di RBR meski hanya dalam 2 putaran balap (lantas dikembalikan lagi ke Racing Bulls) tampak tak putus asa. Siap fight di semua race, dengan bukti finiah 10 Besar dalam 11 laga awal bersama Racing Bulls.

Masuk putaran ke 12 di GP Belanda, ia kembali masuk tim utama Red Bull mendampingi Max Verstappen. Menggantikan Isack Hadjar yang cidera sementara tempatnya di Racing Bulls diisi oleh Yuki Tsunoda. 

Lawson finish P7 di Belanda. Lumayan tokcer. Sayang, di  di GP Italia ia hanya mencapai finish P14.

RBR masih memberinya kesempatan mendampingi Verstappen menuju GP Spanyol di Srkuit Madring, Madrid, pada 13 September nanti. Lagi-lagi karena cidera tangan Hadjar belum sembuh.

Dan, bisa jadi itu adalah kesempatan terakhir Lawson di tim utama karena diperkirakan Hadjar sudah akan tampil di seri lomba berikutnya di GP Azerbaijan, 26 September.

Lawson sadar, di sirkuit baru itu ia harus torehkan prestasi istimewa agar membuka mata Permane untuk mempertahankannya ke musim 2027.

Target podium pasti berat. Namun untuk finish 5 Besar ia punya potensi dan itulah target ideal dalam kesempatan terakhirnya melawan Verstappen dari kokpit mobil spek yang sama. Ada potensi karena musim ini ia sudah berulangkali finish P7.

"Yang bisa saya janjikan adalah tampil maksimal seperti biasanya. Hasil akhirnya mari kita lihat saja," katanya.(*)

Tag

Terpopuler

Terkini